width=
News  

Banda Aceh Dikepung HIV/AIDS, Anggota DPRK Minta Waspadai Perilaku LGBT

KabarAktual.id – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengajak kalangan pemuda meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS. Ajakan tersebut disampaikan saat Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Farid menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di Banda Aceh yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi generasi muda. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh hingga akhir Mei 2026, tercatat 909 kasus HIV/AIDS yang terdiri atas 745 kasus HIV dan 164 kasus AIDS. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif.

Farid menyebut perilaku seksual berisiko, termasuk yang berkaitan dengan komunitas LGBT, menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. “Pemuda Banda Aceh harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. Generasi muda tidak boleh terjebak dalam perilaku berisiko,” kata Farid.

Politikus PKS itu juga mengajak pemuda untuk berperan aktif membantu pemerintah menekan angka penyebaran HIV/AIDS melalui edukasi sebaya di lingkungan sekolah, kampus, dan komunitas, serta menyebarkan informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat.

Menurutnya, pemuda dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya hidup sehat, menjauhi perilaku berisiko, dan mendukung berbagai program pencegahan penyakit menular, termasuk skrining kesehatan sejak dini. Dia percaya pemuda Banda Aceh adalah garda terdepan dalam menjaga moralitas dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah, dikatakan, tidak bisa bekerja sendiri. “Pemuda harus menjadi mitra strategis dalam menekan angka HIV/AIDS melalui edukasi sebaya, kampanye hidup sehat, dan keterlibatan aktif dalam program skrining,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang peserta reses dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS yang melibatkan generasi muda. “Kami sebagai pemuda merasa punya tanggung jawab besar. Kami siap membantu pemerintah dengan cara sederhana, seperti mengedukasi teman sebaya, ikut kampanye hidup sehat, dan menjauhi perilaku berisiko,” kata Firdausi.

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah dialog antara anggota dewan dan kalangan pemuda sekaligus sarana penyampaian aspirasi terkait isu kesehatan, sosial, dan pembangunan generasi muda di Kota Banda Aceh.[]

bank aceh