Fonem O dan Variannya dalam Bahasa Aceh

Fonem O yang dilambangkan dengan huruf O mempunyai banyak varian dalam Bahasa Aceh. Perubahan pengucapan fonem tersebut akan mengubah makna sebuah kata.

Untuk memperjelas perbedaan makna tersebut maka digunakan tanda diakritik atau diaresis di atas fonem O yang terdapat pada sebuah kata. Tanda tersebut seperti titik dua, tanda aksen, atau tanda siku tertutup.

Berikut beberapa varian penggunaan fonem O pada sebuah kata dalam Bahasa Aceh beserta maknanya.

beungöh = pagi

boh = buah atau telur

böh = buang atau ya

bermakna ya ketika berada di ujung kalimat (contoh: lôn jak böh = saya berangkat/pergi ya)

leumöh = lemas

koh = potong

kôh = bau apek/busuk

bank aceh