KabarAktual.id – Mahasiswi Program Fast Track Magister Pengelolaan Lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK), Siti Nurhaliza, lulus tanpa harus ujian tesis. Fasilitas itu diperoleh setelah ia berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q2, International Journal of Design & Nature and Ecodynamics (IJDNE).
Artikel ilmiah yang dipublikasikan Siti berjudul “Carbon Stock Estimation Using the InVEST Model in Pante Ceureumen Protected Forest, West Aceh, Indonesia (2016–2025)”. Penelitian tersebut mengkaji perubahan cadangan karbon di kawasan Hutan Lindung Pante Ceureumen, Aceh Barat.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan cadangan karbon sebesar 2,54 juta Mg C selama periode 2016 hingga 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh alih fungsi lahan dan aktivitas pertambangan yang terjadi di kawasan hutan lindung tersebut.
Siti mengaku pencapaian tersebut diraih melalui proses penelitian dan publikasi yang tidak mudah. Namun, hasil yang diperoleh menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat. “Perjalanan menyelesaikan penelitian hingga artikel diterbitkan di jurnal Scopus Q2 tentu tidak mudah. Pencapaian ini menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi pelestarian alam Indonesia,” ujar Siti.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., dan Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc., yang mendampingi proses penelitian hingga publikasi.
Menurut Siti, bimbingan para pembimbing sangat berperan dalam penyusunan metodologi penelitian maupun proses penerbitan artikel di jurnal internasional.
Koordinator Program Studi Magister Pengelolaan Lingkungan USK, Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P., mengatakan keberhasilan tersebut menjadi capaian penting, tidak hanya bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga bagi program studi dan universitas.
Dikatakan, publikasi pada jurnal internasional bereputasi bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi akademik program studi dan USK di tingkat global. “Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Prof. Ichwana.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan efektivitas skema Fast Track USK dalam mendorong mahasiswa menyelesaikan studi lebih cepat sekaligus menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas. Selain mempercepat masa studi, program tersebut dinilai mampu melahirkan lulusan yang kompetitif melalui riset yang relevan dengan isu-isu global, termasuk mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.[]












