News  

Pasokan Ditambah, Harga Semen di Aceh Masih Tembus Rp100 Ribu per Sak

Ratusan truk pengangkut semen parker berhari-hari di kawasan Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (8/9/2017), menunggu muatan. Kejadian serupa terulang lagi 2026, dimana semen langka sejak beberapa pekan terakhir di Aceh (foto: SERAMBI)

KabarAktual.id – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menambah pasokan semen di Aceh setelah Pemerintah setempat bergerak mengatasi kelangkaan yang memicu lonjakan harga di pasaran. Meski demikian, hingga Selasa (4/8/2026), semen masih sulit diperoleh dan harga di tingkat pengecer belum juga turun.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan penambahan pasokan merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) yang meminta persoalan kelangkaan semen segera diselesaikan agar tidak menghambat pembangunan. “Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (4/8/2026).

Menurut Nurlis, langkah tersebut merupakan hasil kerja Tim Pemerintah Aceh yang dikoordinasikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun. Di lapangan, Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra memimpin koordinasi bersama PT SBA untuk mencari solusi atas kelangkaan semen.

Dalam rapat evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026), General Manager PT SBA R. Adi Santosa menjelaskan kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton atau 105 ribu sak per hari. Sementara kemampuan distribusi perusahaan baru sekitar 3.700 ton atau 92.500 sak per hari, sehingga terjadi defisit sekitar 500 ton atau 12.500 sak per hari.

Peningkatan kebutuhan tersebut dipicu tingginya aktivitas pembangunan, terutama proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta berbagai proyek konstruksi lainnya di Aceh. Untuk menutup kekurangan pasokan, PT SBA menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam setiap hari. Perusahaan juga mendatangkan tambahan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.

Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026, sementara pengiriman berikutnya dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang Agustus. Selain semen curah, PT SBA juga akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh.

Pemerintah Aceh juga meminta distributor menjaga ketersediaan stok dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Selain itu, pemerintah menyiapkan pemetaan kebutuhan serta harga semen di seluruh kabupaten/kota sebagai dasar pengawasan distribusi. “Kami akan terus melakukan evaluasi bersama PT SBA dan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan tetap terjaga, distribusi lancar, dan harga kembali stabil,” ujar Nurlis.

Harga Masih Tinggi

Meski pasokan mulai ditambah, hasil pemantauan KabarAktual.id di Banda Aceh pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan kelangkaan semen masih terjadi. Harga semen di sejumlah toko bangunan masih berkisar Rp78 ribu hingga lebih dari Rp100 ribu per sak.

Seorang pedagang di kawasan Syiah Kuala mengaku tokonya hanya menerima satu truk semen Andalas pada hari itu. Stok tersebut habis terjual hanya dalam hitungan jam.

Ia mengatakan para pedagang juga belum mengetahui kapan harga akan kembali normal karena harga pembelian dari distributor baru diberitahukan setelah barang diturunkan dari truk. “Harga baru dikasih tahu setelah semen diturunkan dari truk,” ujarnya.

Menurut toke ini, kelangkaan diperparah karena pasokan semen dari merek luar Aceh, seperti Semen Tiga Roda dan merek lainnya, sudah beberapa pekan tidak masuk ke Aceh sehingga pilihan konsumen semakin terbatas. Kenaikan juga dipengaruhi biaya operasional angkutan di lapangan. “Truk antre berhari-hari di pabrik, sehingga mengakibatkan cost juga ikut membengkak,” ujarnya. []

bank aceh