MBG Mendegradasi Moral Orang Tua

MBG pada salah satu SD dibuang total karena sama sekali tidak dikonsumsi oleh anak (foto: tangkapan layar)

KabarAktual.id — Dua video yang beredar di TikTok memunculkan perdebatan baru terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebanggaan Presiden Prabowo Subianto. Dalam video yang diunggah akun TikTok @Bade dan @defisiani.saragih8, sejumlah kritik pedas dilontarkan terhadap pelaksanaan program tersebut, terutama terkait betas peran negara dan orang tua dalam memenuhi kebutuhan pangan anak.

Dalam video pertama yang diunggah akun @Bade, seorang pria menyampaikan pandangan bahwa pemenuhan kebutuhan makan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua. Pemerintah, kata dia, seharusnya lebih fokus menciptakan lapangan kerja dan memastikan masyarakat memperoleh penghasilan yang layak dibandingkan menyediakan makanan bagi anak-anak di sekolah.

Menurutnya, bantuan makanan dari pemerintah berpotensi menimbulkan persepsi bahwa sebagian orang tua tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarganya sendiri. Ia juga mengkhawatirkan program tersebut dapat mengurangi penghargaan terhadap peran orang tua dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan anak. “Bisa mendegradasi moral kami sebagai orang tua,” kecamnya.

Baca juga: Ahli Hukum: Skandal Korupsi di BGN Diberi “Karpet Merah” Oleh Presiden

Sementara itu, dalam video yang diunggah akun @defisiani.saragih8, kritik yang lebih tajam diarahkan kepada kebijakan MBG. Perempuan dalam video tersebut menanggapi pernyataan Presiden yang meminta masyarakat tidak usah mengkritik program MBG. “Kalau MBG dihentikan, anak kalian mau makan apa,” ujar wanita ini menirukan ucapan Prabowo.

Ucapan Prabowo itu membuat wanita dengan dialek Batak tersebut benar-benar tersulut emosinya. Ia dengan tegas menampik klaim presiden.

Dikatakan, bahwa selama ini kebutuhan makan anak tetap dipenuhi oleh keluarga, sementara program MBG yang baru berjalan sekitar satu tahun itu hanya menyediakan satu kali makan pada siang hari.

Menurut pemilik akun itu, pemerintah semestinya memprioritaskan penyediaan pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia juga mempertanyakan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG dan menyatakan orang tua lebih memahami kebutuhan serta pola konsumsi anak-anak mereka dibandingkan pemerintah.

Dalam pernyataannya, ia bahkan menyebut program MBG sebagai kebijakan yang tidak efektif dan mengusulkan agar anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut diberikan langsung kepada masyarakat. Pandangan tersebut merupakan opini pribadi yang disampaikan dalam video dan tidak mewakili sikap resmi lembaga maupun kelompok tertentu.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri mulai dijalankan pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. Program ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan terus diperluas cakupannya ke berbagai daerah.

Di sisi lain, pelaksanaan MBG juga tidak lepas dari kritik. Sejumlah kalangan menyoroti aspek pengawasan, kualitas makanan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga dampaknya terhadap perekonomian lokal. Namun pemerintah berulang kali menegaskan bahwa program tersebut akan terus dievaluasi dan disempurnakan guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik.

Viralnya dua video tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai MBG masih berlangsung di tengah masyarakat. Sebagian pihak melihat program itu sebagai bentuk intervensi negara untuk memperbaiki kualitas gizi anak, sementara sebagian lainnya menilai pemerintah perlu lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga agar orang tua mampu memenuhi kebutuhan anak secara mandiri.[]

bank aceh