KabarAktual.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang berada di barisan menteri dalam sebuah agenda kabinet tidak perlu dipersoalkan. Menurutnya, pengaturan tersebut semata-mata dilakukan karena kebutuhan teknis.
Prasetyo menyampaikan klarifikasi terhadap permasalahan yang sedang jadi sorotan publik tersebut. Di media sosial, permasalahan tempat duduk Gibran yang tidak lazim yakni di barisam Manteri, menjadi pertanyaan publik.
Menurut penjelasan Prasetyo tidak ada hal yang prinsip terkait posisi duduk tersebut. “Menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujarnya di Kantor Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Tak Lazim, Kursi Gibran Pindah ke Barisan Menteri Saat Sidang Kabinet
Ia menilai perhatian publik seharusnya lebih diarahkan pada substansi arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran Kabinet Merah Putih, bukan pada pengaturan tempat duduk dalam forum tersebut. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana Presiden memberikan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja kabinet selama sekitar 21 bulan masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prasetyo menyebut Presiden juga menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih pemerintah selama periode tersebut. “Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih,” lanjutnya.
Baca juga: Tidak Buka Data Ijazah Capres/Cawapres, KPU Dituding Hendak Lindungi Jokowi-Gibran
Prasetyo mengatakan Presiden menilai banyak capaian yang berhasil diraih kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain melakukan evaluasi, lanjut dia, Presiden juga meminta seluruh jajaran pemerintah mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang masih menjadi target pada semester kedua tahun ini. “beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya,” kata Prasetyo.[]












