KabarAktual.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegur Direktorat Jenderal Pajak (DJP) karena kerap mengeluarkan pengumuman yang memicu keresahan di tengah masyarakat dan pelaku usaha. Dia suka buat wacana pajak baru.
Purbaya menegaskan, ke depan hanya dirinya yang berwenang menyampaikan kebijakan perpajakan agar tidak menimbulkan simpang siur informasi di publik. “Kan berkali-kali nih DJP mengeluarkan beberapa pengumuman yang agak meresahkan,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, pemerintah harus menjaga kepercayaan wajib pajak sekaligus memastikan iklim usaha tetap kondusif. Karena itu, DJP diminta lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan perpajakan. “Saya akan tegur DJP agar selalu menjaga iklim usaha dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.
Purbaya juga menyinggung sejumlah isu pajak yang sempat memicu polemik, termasuk wacana pungutan pajak jalan tol yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Ia menegaskan, mulai sekarang pengumuman terkait kebijakan pajak hanya boleh disampaikan oleh Menteri Keuangan. “Bukan dirjen pajak lagi, untuk menghilangkan kesimpangsiuran itu,” tegasnya.
Dia menambahkan, posisi Dirjen Pajak hanya sebagai pelaksana kebijakan yang ditetapkan pemerintah. “Dia hanya eksekutor. Saya yang melakukan kebijakan dan mengambil kebijakan,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga memastikan pemerintah belum akan menerapkan pajak baru selama pertumbuhan ekonomi nasional belum stabil di level 6 persen. “Kalau dua sampai tiga kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi di atas enam persen, baru kita pertimbangkan pajak-pajak yang lain,” katanya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka peluang penerapan pajak pada perdagangan online. Kebijakan itu disebut untuk menciptakan persaingan yang adil antara pedagang online dan offline.
Dikatakan, banyak pedagang pasar mengeluhkan ketimpangan perlakuan pajak antara toko fisik dan platform daring. “Mereka bilang yang online dipajakin seperti kami supaya kami bisa bersaing lebih kompetitif,” ujar Purbaya.[]












