News  

Lowongan Kerja Lulusan SMK di Rusia, Gaji Rp 43 Juta tanpa Pengalaman

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (kanan) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) saat melakukan konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026 (foto: KOMPAS.com)

KabarAktual.id — Perusahaan aluminium asal Rusia, Rusal, membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia tanpa mensyaratkan pengalaman kerja. Program ini ditujukan untuk mencetak pekerja migran Indonesia (PMI) terampil dengan penghasilan hingga Rp43 juta per bulan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, inisiatif tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing PMI di pasar global. “Fokus ke depan adalah mengalihkan pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, dikutip dari Antara, Rabu (28/1/2026).

Ia menyebut Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, sementara Rusia dinilai sebagai mitra strategis untuk menyerap tenaga kerja muda Indonesia yang terampil.

Mukhtarudin menegaskan, Kementerian P2MI siap menyiapkan calon PMI dengan keterampilan dasar yang memadai sebelum mengikuti pendidikan di Rusia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi, khususnya di bidang pengelasan, agar sesuai dengan standar industri Rusia.

Untuk mendukung program tersebut, KP2MI akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Koordinasi ini bertujuan memastikan lulusan program dapat langsung terserap di proyek-proyek strategis setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, perwakilan Rusal Alexey Mirsky menyampaikan, pihaknya akan merekrut 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di Rusia. Program ini mencakup satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan keahlian teknis.

Pelatihan teknis difokuskan pada lima bidang utama, yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik. Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan memperoleh kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. “Jika peserta berhasil mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa menerima gaji hingga 200 ribu rubel per bulan atau sekitar Rp43,8 juta,” ujar Mirsky.

Ia menambahkan, program ini dirancang dengan skema knowledge sharing, di mana 25 peserta akan bekerja di Rusia dan 25 lainnya ditempatkan di proyek strategis atau kantor perwakilan Rusia di Indonesia, termasuk fasilitas pengilangan.

Sebagai tindak lanjut, KP2MI dan Rusal telah sepakat untuk segera menyusun nota kesepahaman (MoU) dan proposal kerja sama teknis. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026 dengan tahapan rekrutmen, sementara pemberangkatan peserta direncanakan pada September 2026.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong SMK Go Global, dengan target mencetak dan menempatkan PMI terampil di pasar kerja internasional secara masif dan terlindungi.[]

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *