width=

Mesir “Disingkirkan” Wasit dari Piala Dunia Usai Tiga Keputusan Kontroversial

Mesir melancarkan protes keras wasit Francois Letexier (foto: REUTERS/Paul Childs)

KabarAktual.id – Argentina memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Namun, kemenangan Albiceleste dibayangi serangkaian keputusan kontroversial wasit Francois Letexier yang memicu gelombang perdebatan.

Mesir sebenarnya tampil lebih meyakinkan sepanjang laga. Tim berjuluk The Pharaohs bahkan sempat unggul dua gol dan nyaris menyingkirkan sang juara dunia. Namun, sejumlah keputusan krusial wasit dan VAR menjadi sorotan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kontroversi pertama muncul pada babak pertama ketika Argentina mendapat hadiah penalti usai Nicolas Tagliafico terjatuh dalam duel dengan Haissem Hassan di kotak terlarang. Letexier tanpa ragu menunjuk titik putih meski kontak yang terjadi dinilai minim.

Beruntung bagi Mesir, Lionel Messi gagal mengonversi penalti tersebut menjadi gol setelah tendangannya berhasil ditepis kiper Mostafa Shobeir.

Perdebatan kembali memanas pada menit ke-58. Mesir sempat menggandakan keunggulan melalui Mostafa Ziko setelah menerima umpan Mohamed Salah. Namun kegembiraan kubu Mesir tidak berlangsung lama.

VAR meminta Letexier melakukan peninjauan ulang dan gol tersebut akhirnya dianulir karena dianggap ada pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam fase serangan sebelumnya.

Keputusan itu langsung memicu perdebatan. Sejumlah pengamat menilai insiden yang diperiksa berada cukup jauh dari momen terciptanya gol. Meski demikian, berdasarkan protokol VAR yang diterbitkan International Football Association Board (IFAB), pelanggaran yang terjadi dalam rangkaian proses terciptanya gol memang dapat menjadi objek peninjauan ulang.

Jika dua keputusan sebelumnya masih membuka ruang interpretasi, kontroversi terbesar terjadi pada masa injury time.Pada menit ke-94, Mohamed Salah melakukan penetrasi ke kotak penalti Argentina sebelum terjatuh setelah berduel dengan Julian Alvarez. Tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak pada kaki kanan kapten Mesir tersebut.

Pemain Mesir langsung meminta penalti. Namun Letexier bergeming. Yang lebih memancing tanda tanya, wasit asal Prancis itu juga tidak melakukan pengecekan langsung ke monitor VAR.

Protes keras dari bangku cadangan Mesir berujung kartu kuning untuk pelatih Hossam Hassan. Hingga pertandingan berakhir, keputusan itu tidak berubah dan Mesir harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen.

Di luar kontroversi tersebut, Mesir tampil impresif sejak awal laga. Yasser Ibrahim membawa tim Afrika itu unggul pada menit ke-15 melalui sundulan memanfaatkan skema sepak pojok pendek yang diakhiri umpan silang Marwan Attia.

Meski Messi gagal mengeksekusi penalti, Argentina terus menekan. Namun performa gemilang Mostafa Shobeir di bawah mistar membuat Mesir mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.

Setelah gol Ziko sempat dianulir, Mesir akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Ziko sukses menuntaskan serangan balik cepat untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Saat berada di ujung jurang, mental juara Argentina berbicara. Lionel Messi memimpin kebangkitan Albiceleste dengan mencetak gol pembuka sebelum menyamakan kedudukan lewat tendangan voli yang membentur mistar dan bersarang ke gawang Mesir.

Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru menghantam harapan Mesir pada masa injury time. Serangan balik cepat diakhiri umpan silang Lautaro Martinez yang disundul Enzo Fernandez menjadi gol kemenangan 3-2.Argentina pun melangkah ke perempat final. Namun, kemenangan dramatis itu dipastikan akan terus dibayangi pertanyaan besar terkait tiga keputusan krusial wasit yang dianggap merugikan Mesir.

Bagi Mesir, kekalahan ini bukan hanya soal gagal mempertahankan keunggulan dua gol. Mereka pulang dengan meninggalkan perdebatan panjang tentang apakah nasib mereka ditentukan semata oleh permainan di lapangan, atau juga oleh keputusan yang lahir dari peluit wasit dan ruang VAR.[]

bank aceh