Selat Hormuz Segera Dibuka, Harga Minyak Dunia Balik Arah?

KabarAktual.id – Ketegangan pasokan energi global diperkirakan mulai mereda setelah Amerika Serikat berencana mencabut blokade maritim di Selat Hormuz, Jumat pekan ini, seiring proses finalisasi kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Langkah tersebut membuka kembali salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik panas konflik. Pembukaan Selat Hormuz diyakini akan memulihkan arus distribusi minyak mentah global yang sempat terganggu akibat konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Dikutip dari CNN, seorang pejabat tinggi pertahanan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa instruksi untuk membuka kembali jalur laut tersebut telah diterbitkan kepada militer. Kebijakan itu menyusul pengumuman Presiden Donald Trump yang menyatakan telah memberikan kewenangan penuh untuk mengakhiri blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi bagian dari implementasi kesepakatan damai yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat mendatang.

Menurutnya, normalisasi jalur pelayaran akan mempercepat pemulihan pasokan energi dunia. “Dengan dibukanya Selat setelah penandatanganan kesepakatan pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir lagi di kedua ujungnya untuk kawasan ini, dan dunia,” kata Trump.

Meski demikian, pembukaan kembali kawasan perairan tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Militer AS dan otoritas maritim masih harus melakukan pembersihan ranjau serta memastikan keamanan jalur pelayaran sebelum kapal-kapal tanker komersial kembali beroperasi secara normal.

Pemerintah Amerika Serikat juga mengingatkan bahwa situasi geopolitik di Timur Tengah masih sangat dinamis menjelang penandatanganan perjanjian damai. Sejumlah penyesuaian taktis masih mungkin dilakukan apabila terjadi perkembangan baru di lapangan.

Rencana pencabutan blokade mendapat perhatian besar dari pelaku pasar energi internasional. Kepastian implementasi kesepakatan damai dinilai akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan ke depan.

Sebagai informasi, blokade Selat Hormuz diberlakukan oleh Presiden Trump pada pertengahan April lalu sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Iran di tengah eskalasi konflik bersenjata. Penutupan jalur laut yang menjadi pintu keluar masuk sekitar seperlima perdagangan minyak dunia itu memicu gangguan rantai pasok energi global dan mendorong kenaikan harga energi di berbagai negara.

Jika kesepakatan damai berjalan sesuai rencana, pembukaan kembali Selat Hormuz berpotensi menjadi titik balik penting bagi stabilitas pasar energi dan pemulihan ekonomi global pascakonflik.[]

bank aceh