News  

Korban Travel Bodong Harap Keadilan dari Kadisdik Aceh yang Baru

KabarAktual.id — Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh meng-umroh-kan sejumlah guru dan kepala sekolah menggunakan travel bodong pada tahun 2023. Ratusan juta uang negara ditransfer ke rekening perusahaan illegal yang tidak pernah memberangkatkan jamaah umroh tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, PT Sinergi Digiteknologi Indonesia (SDI) yang terikat kontrak pekerjaan memberangkatkan umroh guru dan kepala sekolah berprestasi Disdik Aceh itu, konon, milik kolega salah seorang kepala cabang dinas di instansi tersebut.

“Atas jasa oknum Kacabdin, pemilik perusahaan berhasil mendapatkan berbagai paket proyek termasuk memberangatkan umroh guru dan kepsek langsung dari Kadis,” ujar sumber media ini suatu hari.

Sayangnya, belakangan ketahuan, bahwa PT SDI belum memiliki izin. Tapi, meskipun sudah mengetahui perusahaan tersebut bermasalah dan tidak memberangkatkan jamaah umroh tapi pihak Disdik tetap melakukan pembayaran kepada perusahaan ini.

Jamaah umroh justeru diberangkatkan oleh PT Sarmaniya Bina Utama (SBU) yang secara di bawah tangan diminta bantu oleh pihak PT SDI, disebut-sebut, merupakan rekanan Disdik selama ini untuk memberangkatkan jamaah.

Menurut Direktur PT SBU, Titin, mereka bersedia memenuhi permintaan tersebut karena mempertimbangkan bahwa Disdik selama ini sudah menjadi mitra yang baik. Selain itu, mereka juga mengedepankan aspek kemanusiaan. “Kasihan juga guru-guru sudah siap berangkat, tapi permasalahan izin perusahaan yang memberangkatkannya belum beres,” ujarnya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Titin sangat menyayangkan, niat baik pihaknya membantu memberangkatkan guru dan kepsek berprestasi itu tidak dihargai oleh pihak PT SDI dan Disdik. Mereka tidak punya niat baik untuk menyelesaikan pembayaran biaya umroh, justeru menstransfer dananya ke rekening PT SDI yang tak memiliki izin.

Dia mengaku telah berupaya membicarakannya dengan pihak PPTK dan Kabid GTK, namun tidak membuahkan hasil. Bahkan, menurut Titin, dia mendapatkan perlakuan kurang bersahabat dari pihak Disdik.

Karena itu, ia meminta bantuan dari Kadisdik Aceh yang baru, yaitu Marthunis, agar bersedia menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kami sudah membantu memberangkatkan guru dan kepsek untuk umroh, tolong uang kami dibayar,” pintanya.

Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik Aceh, Muksalmina, yang ditanyai permasalahan ini, Senin 26 Februari 2024, menjelaskan, bahwa Dinas Pendidikan hanya memiliki kesepakatan kerja sama untuk keberangkatan umroh dengan PT SDI bukan dengan PT SBU. 

Kenapa pihaknya mengikat kerja sama dengan perusahaan yang tak punya izin, Muksalmina berdalih bahwa PT SDI pernah menyampaikan kepada Disdik bahwa mereka memiliki PPIU meskipun dokumen tersebut tidak pernah ditunjukkan sampai selesai perjalanan umroh oleh direktur PT SDI.

Pejabat Disdik ini tidak bersedia menjelaskan lebih jauh permasalahan PT SDI yang tidak mempunyai sertifikat PPIU. “Silakan ditanyakan langsung pada direkturnya. Karena kegiatan sudah selesai dan peserta umrah sudah pulang dengan selamat,” ujar Muksalmina.

Dia menegaskan lagi, bahwa pihak Disdik tidak berhubungan dengan PT SBU dalam pemberangkatan umroh, sehingga permasalahan tidak diterimanya pembayaran oleh perusahaan tersebut dari PT SDI tidak menjadi kewenangan pihaknya dalam menjawab. “Untuk lebih jelasnya, saudara juga dapat melakukan wawancara dengan Direktur PT SDI,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris PT SDI, Irfan, yang dihubungi via sambungan telepon, Senin (26/2/2024) sore, tidak menjawab permintaan konfirmasi. Pertanyaan tertulis yang disampaikan via WhatsApp tentang bidang usaha perusahaannya, juga tak direspon. Dia hanya menjawab singkat dengan janji. “Saya akan berikan keterangan dalam 1-2 hari ke depan,” ujarnya menutup komunikasi.[]

bank aceh