KabarAktual.id — Meski jadwal pendaftaran sempat diperpanjang, calon yang memilih jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Wilayah Barat di Universitas Syiah Kuala (USK) hanya mencapai 2.548 calon mahasiswa. Perguruan Tinggi Negeri ini menyediana kursi sebanyak 35 persen dari total kuota mahasiswa baru tahun ini, yakni sebanyak 3.620 mahasiswa.
Pelaksanaan ujian jalur Mandiri berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026, di lima lokasi yang tersebar di lingkungan USK. Kelima titik ujian tersebut berada di Gedung UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, meninjau langsung pelaksanaan ujian pada hari pertama untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Peninjauan dilakukan guna memeriksa kesiapan sarana dan prasarana, kelancaran sistem ujian berbasis komputer, serta kenyamanan peserta selama mengikuti seleksi.
Baca juga: 35% Kuota Mahasiswa Baru USK untuk Jalur Mandiri
Prof. Heru menegaskan USK berkomitmen menyelenggarakan proses penerimaan mahasiswa baru yang profesional, transparan, dan akuntabel. Karena itu, seluruh perangkat pendukung telah dipersiapkan secara matang, mulai dari infrastruktur teknologi informasi, sistem pengawasan, hingga layanan pendukung bagi peserta.
“Ujian Mandiri ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Karena itu, kami berupaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar, nyaman, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Heru.
Menurutnya, pelaksanaan ujian pada hari pertama berlangsung tertib dan lancar. Peserta mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia, mulai dari registrasi, verifikasi identitas hingga pelaksanaan ujian di ruang masing-masing.
USK juga memberikan perhatian khusus terhadap peserta berkebutuhan khusus. Pada hari pertama pelaksanaan ujian, seorang peserta disabilitas tunanetra mengikuti tes di Gedung UPT TIK dengan fasilitas dan pendampingan yang telah disiapkan kampus.
“Kehadiran peserta disabilitas ini menunjukkan komitmen USK dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa,” kata Heru.
Baca juga: Banyak Peminat, USK Perpanjang Masa Pendaftaran Jalur Mandiri
Selain menyiapkan fasilitas pendukung, USK menempatkan panitia dan petugas teknis di setiap lokasi ujian untuk mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan tes. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses seleksi berjalan lancar dan sesuai standar SMMPTN Wilayah Barat.
Heru juga mengimbau peserta yang akan mengikuti ujian pada sesi berikutnya agar mempelajari seluruh ketentuan yang berlaku dan hadir lebih awal di lokasi ujian. Menurutnya, kedisiplinan peserta akan membantu kelancaran proses registrasi dan verifikasi sebelum ujian dimulai.
Melalui jalur seleksi mandiri ini, USK berharap dapat menjaring calon mahasiswa terbaik dari berbagai daerah yang memiliki kemampuan akademik dan potensi untuk berkembang selama menempuh pendidikan tinggi di kampus tersebut.[]












