KabarAktual.id – PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh memperkuat digitalisasi sistem pembayaran melalui implementasi QRIS Dinamis Soundbox. Kolaborasi ini diklaim sebagai kerja sama pertama antara Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Bank Indonesia di Indonesia dalam penerapan layanan tersebut.
Peluncuran dan penyerahan perangkat QRIS Dinamis Soundbox dilakukan dalam rangkaian pembukaan Meuseuraya Festival 2026 di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026).
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh, M. Hendra Supardi, melalui Sekretariat Perusahaan, Ilham Novrizal, mengatakan sebanyak 154 perangkat QRIS Dinamis Soundbox telah didistribusikan kepada pedagang atau merchant pengguna QRIS Bank Aceh.
Bank Aceh juga merencanakan penyaluran tambahan 246 perangkat untuk memperluas penggunaan teknologi tersebut di berbagai sektor usaha. Kolaborasi ini, kata dia, merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital di Aceh. “Melalui QRIS Dinamis Soundbox, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi merchant dalam memantau transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan kepada pelanggan,” ujar Ilham.
QRIS Dinamis Soundbox terintegrasi dengan sistem pembayaran Bank Aceh dan dilengkapi notifikasi suara setiap kali transaksi berhasil. Fitur ini memungkinkan pedagang mengetahui pembayaran yang masuk secara langsung tanpa harus memeriksa aplikasi secara manual atau meminta konsumen menunjukkan bukti transaksi.
Selain notifikasi suara, QRIS Dinamis memungkinkan kode QR dibuat sesuai nominal belanja yang dimasukkan pedagang. Konsumen cukup memindai kode tersebut menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, kemudian menyelesaikan transaksi sesuai petunjuk aplikasi.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat meminimalkan kesalahan penginputan nominal, mempercepat proses pembayaran, serta memudahkan pedagang memantau transaksi.
Bank Aceh dan BI Aceh menargetkan penerapan teknologi ini turut memperluas penggunaan pembayaran nontunai, terutama di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bank Aceh menyatakan akan terus mengembangkan layanan pembayaran digital dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung transformasi digital serta pertumbuhan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.[]












