News  

Wartawan Barsela ke Kandidat Ketua PWI: Jangan Sok Akrab Cuma Jelang Konferensi!

KabarAktual.id – Para wartawan anggota PWI di wilayah pantai barat selatan (Barsela) Aceh mengeluhkan minimnya perhatian pengurus provinsi terhadap mereka. “Habis manis sepah dibuang. Begitulah tamsilan perlakuan yang kami terima selama ini,” ungkap seorang wartawan.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Sayuti Achmad, salah satu calon Ketua PWI Aceh, yang melakukan kunjungan dan silaturahmi ke sejumlah daerah di Barsela pada 20–21 Oktober 2026. Mereka berharap kepemimpinan PWI Aceh ke depan lebih terbuka, merangkul seluruh anggota, serta memberikan ruang yang adil bagi peningkatan kapasitas wartawan.

Seorang anggota PWI lainnya mengungkapkan kekecewaan terhadap hubungan antara pengurus provinsi dan anggota di daerah yang dinilai hanya menghangat menjelang konferensi. Karena itu, dia mengibaratkan kondisi itu seperti kata pepatah. Habis manis sepah dibuang.

Menurut jurnalis ini, perhatian pengurus terhadap anggota tidak seharusnya muncul hanya ketika momentum konferensi. Komunikasi dan perhatian, kata dia, harusnya tetap terjaga, terlepas dari kepentingan politik organisasi.

Menurut wartawan ini, jangankan memenuhi janji politik, menyapa atau sekadar say hello saja tidak pernah. “Ketika menjelang konferensi, kami baru dihubungi lagi dengan membawa janji politik lainnya,” kata dia.

Harapan serupa disampaikan Zulmas, mantan Ketua PWI Aceh Selatan, saat bersilaturahmi dengan Sayuti pada Rabu (21/10/2026). Dia menyampaikan sejumlah harapan kepada Sayuti.

Zulmas menilai hubungan antara PWI Aceh dan pengurus di daerah perlu dibenahi agar tidak terkesan berjarak dan kehilangan kedekatan emosional. “PWI itu rumah besar kita. Jangan dibuat terkotak-kotak seolah-olah ada jurang pemisah antara pengurus provinsi dan daerah,” katanya.

Ia berharap, jika terpilih memimpin PWI Aceh, Sayuti mampu membangun organisasi yang lebih inklusif dan memperlakukan seluruh anggota secara setara.

Kesempatan UKW

Selain persoalan komunikasi dan perhatian organisasi, peningkatan kompetensi wartawan juga menjadi aspirasi yang mengemuka.

Irfan Tarigan mengaku telah 11 tahun lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda, tetapi belum pernah mendapat kesempatan mengikuti UKW jenjang Madya melalui fasilitasi organisasi. “Saya baru mengikuti UKW Madya secara mandiri di Medan,” ungkapnya.

Irfan berharap kepengurusan PWI Aceh mendatang memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui akses pendidikan dan kesempatan mengikuti UKW secara lebih merata.

Menurut dia, peningkatan kompetensi merupakan kebutuhan penting bagi wartawan untuk menjaga profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas produk jurnalistik. “Pendidikan untuk meningkatkan SDM itu penting. Hal seperti ini yang selalu saya kejar,” tambahnya.

Aspirasi serupa disampaikan Safrizal dari Aceh Barat Daya (Abdya). Meski jumlah anggota PWI di daerah tersebut relatif sedikit, ia menilai mereka tetap membutuhkan perhatian, penyegaran organisasi, serta gagasan inovatif untuk mendorong kemajuan PWI Aceh. “Saya berharap dan yakin Pak Sayuti Achmad mampu melakukan itu,” ujarnya.

Tidak Dianaktirikan

Suasana hangat juga terlihat dalam silaturahmi Sayuti dengan anggota PWI Nagan Raya. Mereka mengaku telah lama menantikan kehadiran calon Ketua PWI Aceh tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Secara umum, para anggota berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan inovasi sekaligus menjaga PWI sebagai rumah bersama bagi seluruh wartawan, tanpa membedakan wilayah maupun kelompok.

Mereka juga mengingatkan agar persoalan kurangnya perhatian terhadap anggota daerah tidak kembali terulang. “Jika Pak Sayuti serius, kami siap memberikan dukungan penuh. Namun, tolong kami jangan dianggap sebagai anak tiri nantinya,” ungkap salah seorang anggota PWI Nagan Raya.

Menanggapi berbagai keluhan dan masukan tersebut, Sayuti Achmad menyatakan komitmennya untuk mendorong gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota.

Ia mengapresiasi keterbukaan para wartawan dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dan mengajak seluruh anggota membangun kebersamaan demi kemajuan organisasi. “Alhamdulillah, hari ini saya sangat terkesan atas berbagai masukan yang disampaikan. Mari kita bekerja keras untuk kebersamaan dan kemajuan PWI,” kata Sayuti.

Bagi Sayuti, aspirasi yang disampaikan para anggota menjadi masukan penting dalam merumuskan arah organisasi ke depan. Ia berharap PWI Aceh dapat tumbuh sebagai organisasi yang lebih solid, memperhatikan kebutuhan anggota, serta memberi ruang bagi peningkatan profesionalisme wartawan di seluruh daerah.[]

bank aceh