News  

Nezar Patria di Mata Tarmilin Usman: Dia Tokoh Pers Sangat Mumpuni!

Tarmilin Usman (foto: dok Ist)

KabarAktual.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melantik Nezar Patria, salah satu putra Aceh, menjadi Wakil Menteri Kominfo. Tokoh muda kelahiran Kabupaten Pidie ini dikenal sebagai jurnalis dan aktivis mampuni.

Bagaimana sosok Nezar di mata tokoh pers Aceh?

Menurut Ketua DKP PWI Aceh, Tarmilin Usman, Nezar Patria pantas mendapatkan kepercayaan Presiden Jokowi untuk duduk di kabinet. “Beliau sosok hebat, sangat mampuni, dan punya jaringan luas,” ujar Tarmilin kepada KabarAktual.id, Selasa (18/7/2023).

Karena itu, sambung Tarmilin, para jurnalis dan aktivis di Aceh perlu memberikan apresiasi dan dukungan untuk Nezar. “Kita berharap akan lahir para jurnalis dan aktivis yang mengikuti jejak Pak Nezar Patria,” harap mantan Ketua PWI Aceh dua periode itu.

Keberhasilan yang disandang putera H Sjamsul Kahar (Pemimpin Umum Hr Serambi Indonesia/ tokoh pers Aceh), tambah Tarmilin Usman, tidak terjadi secara instan seperti membalik telapak tangan. Semuanya berproses dengan baik dan sudah dimulai sejak dini.

Para generasi muda dan kaum milenial di Aceh, harap Tarmilin Usman, perlu mempersiapkan diri dengan baik. “Punya pendidikan bagus, membangun jaringan luas, dan terpenting punya etika dan cara berkomunikasi dengan santun,” kata bos BeritaMerdeka.net ini.

Tarmilin mengemukakan contoh apa yang selama ini dilakukan Wamen Nezar Patria.  Sejak menimba ilmu di bungku kuliah, kata Tarmilin, jurnalis hebat itu sudah bergabung dengan berbagai organisasi. “Di situlah ia ditempa menjadi orang hebat saat ini,” tambahnya.

Kemudian, Tarmilin Usman juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh, baik jurnalis, aktivis, para ulama, akademisi, politisi, dan pemerintah Aceh sendiri agar lebih intens membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. “Pak Nezar betul-betul kita jadikan cerminan dan perwakilan Aceh di Pusat,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan zaman selalu berubah, kata Tarmilin, pola pikir juga harus disesuaikan dengan perubahan zaman itu sendiri. Pendidikan yang dimiliki oleh setiap individu juga wajib disesusaikan dengan perkembangan. “Sekarang otak lebih dominan, bukan otot,” pungkasnya.[]

bank aceh