KabarAktual.id – Pemerintah akhirnya buka suara terkait perlakuan terhadap 17 duta besar negara sahabat yang terkatung-katung di Jakarta. Mereka tidak bisa menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) karena tidak diberi waktu oleh pihak istana.
Permasalahan terkatung-katungnya para dubes sebelumnya diungkapkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Di antara para dubes itu ada yang sudah delapan bulan menunggu.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan permohonan maaf kepada para duta besar atas tertundanya agenda kenegaraan tersebut. “Pertama beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh dubes dan murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau,” kata Anis kepada wartawan di Istana Negara, Senin (8/6/2026).
Anis menegaskan tidak ada unsur kesengajaan ataupun pertimbangan politik tertentu di balik tertundanya penerimaan surat kepercayaan para diplomat asing tersebut. Keterlambatan, kata dia, semata-mata disebabkan padatnya agenda Presiden sejak pelantikan hingga fokus pemerintah dalam merespons berbagai perkembangan global.
Baca juga: 17 Dubes Asing “Dikerjain”, 8 Bulan Terkatung-katung belum Bisa Bertemu Presiden Prabowo
Wamen menegaskan, keterlambatan itu murni karena masalah jadwal yang sangat padat sejak dari pelantikan. “Fokus beliau kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya Dino Patti Djalal mengkritik lamanya sejumlah duta besar asing menunggu kesempatan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden. Menurut Dino, kondisi tersebut tidak lazim dalam praktik diplomasi karena dapat menghambat para duta besar menjalankan mandat resmi mereka secara penuh di negara penerima.
Sorotan itu sempat memunculkan pertanyaan di kalangan pengamat mengenai pesan diplomatik yang ditangkap negara-negara sahabat, mengingat penyerahan surat kepercayaan merupakan salah satu tahapan penting yang menandai dimulainya tugas resmi seorang duta besar.
Baca juga: Prabowo Hobi “Keluyuran” ke Luar Negeri, Ini Saran Dino Patti Djalal
Namun, Anis memastikan hubungan Indonesia dengan negara-negara sahabat tetap berjalan baik. Ia mengklaim para duta besar memahami situasi yang dihadapi pemerintah Indonesia. “Mereka bisa mengerti situasinya dan karena pada dasarnya situasi seperti ini juga pada umumnya karena situasi global seperti sekarang ini. Orang bisa mengerti situasinya. Jadi tidak ada masalah pada dasarnya,” katanya.
Sebagai tanda berakhirnya polemik tersebut, Istana Negara pada Senin menggelar acara penerimaan Surat Kepercayaan dari sejumlah duta besar negara sahabat. Beberapa diplomat yang telah menyerahkan Letter of Credentials antara lain Duta Besar Filipina, Sri Lanka, Republik Ceko, Yunani, Palestina, Lebanon, Korea Selatan, serta Saint Lucia.
Penerimaan surat kepercayaan itu sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang sebelumnya berkembang mengenai lambannya proses akreditasi diplomatik di era pemerintahan Prabowo. Meski pemerintah menegaskan persoalan tersebut murni akibat padatnya agenda Presiden, perdebatan mengenai dampaknya terhadap citra diplomasi Indonesia diperkirakan masih akan terus bergulir.[]












