News  

Sayuti All Out Galang Dukungan ke Barsela, Janjikan PWI Aceh Bebas Pungutan

Pertemuan silaturahmi Sayuti Achmad dengan insan pers di Aceh Jaya (foto: Ist)

KabarAktual.id – Calon Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Aceh periode 2026–2031, Sayuti Achmad, menggalang dukungan ke pantai barat selatan Aceh (Barsela). Saat bertemu insan pers di sana, ia menawarkan perubahan mendasar di PWI, termasuk membebaskan anggota dari berbagai pungutan dan menghapus “budaya donasi” untuk kegiatan organisasi.

Road show Sayuti bersama rombongan dimulai dari Banda Aceh pada Selasa (20/10/2026), dengan tujuan akhir Kota Subulussalam. Aceh Jaya menjadi titik pertama kunjungan, ditandai dengan pertemuan silaturahmi bersama jajaran PWI setempat.

Setelah Aceh Jaya, rombongan melanjutkan perjalanan secara maraton ke Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, hingga Subulussalam.

Sayuti mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi para wartawan di daerah terkait harapan mereka terhadap kepemimpinan PWI Aceh ke depan. “Kami ingin bersilaturahmi dengan teman dan sahabat saya di pantai barat selatan,” kata ketua PWI Lhokseumawe tersebut.

Baca juga: Didukung 15 Daerah, Sayuti Achmad Mulai “Goyang” Konferensi PWI Aceh

Menurut dia, para wartawan di daerah menyambut antusias agenda tersebut. Mereka berharap PWI Aceh ke depan lebih maju, berpihak kepada kepentingan anggota, dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi.

“Teman-teman di daerah ingin PWI Aceh lebih maju, tidak hanya mementingkan pribadi,” ujarnya menyampaikan aspirasi yang diterima selama kunjungan.

Janjikan Bebas Pungutan

Dalam pencalonannya, Sayuti menawarkan sejumlah program untuk mengubah tata kelola organisasi. Salah satu yang paling mendasar adalah membebaskan anggota dari biaya perpanjangan kartu keanggotaan PWI.

Ia menegaskan, biaya tersebut nantinya akan ditanggung oleh PWI Aceh sehingga anggota tidak lagi terbebani pungutan yang selama ini menjadi bagian dari proses administrasi keanggotaan. “Kita tidak ingin anggota PWI dibebani dengan iuran kartu setiap hari. Ini harus dihentikan,” ucapnya kepada awak media di Banda Aceh, Selasa (20/10/2026).

Baca juga: UKW bukan Tameng Menolak Wartawan

Selain itu, Sayuti bertekad menghapus budaya donasi yang selama ini berkembang dalam kegiatan organisasi. Pembiayaan kegiatan, menurut dia, semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab kepemimpinan, bukan terus-menerus dibebankan kepada anggota.

“Tidak baik sedikit-sedikit buka donasi untuk kegiatan organisasi. Di mana juga tanggung jawab ketua kalau kita sudah berani mengambil risiko untuk memimpin,” katanya.

Ia menilai, organisasi profesi wartawan seharusnya mampu membangun tata kelola yang sehat dan memberikan kemudahan bagi anggotanya, bukan justru menambah beban finansial.

Rumah Besar Wartawan

Sayuti juga bertekad melakukan perubahan mendasar terhadap fasilitas dan pelayanan organisasi. Menurut dia, PWI sebagai rumah besar wartawan harus menyediakan lingkungan yang nyaman serta fasilitas yang mendukung kerja-kerja jurnalistik.

Ia menyayangkan kondisi ketika kantor organisasi pers belum dilengkapi fasilitas yang memadai untuk menunjang aktivitas wartawan. “Ini tidak boleh dibiarkan. Ke depan harus ada perubahan,” cetusnya.

Dalam pertemuan dengan para wartawan di pantai barat selatan, Sayuti juga menerima aspirasi agar ketua PWI tidak hanya hadir ketika menjelang konferensi, tetapi tetap menjaga komunikasi dan kepedulian terhadap anggota setelah proses pemilihan selesai.

Ia menyatakan sependapat dengan harapan tersebut dan berjanji akan memperluas keterlibatan wartawan dari daerah dalam berbagai agenda organisasi, termasuk kegiatan berskala nasional seperti Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). “Setiap ada event nasional kita tetap libatkan anggota dari daerah, misalnya HPN dan Porwanas,” ujarnya.

Penggalangan ke Wilayah Tengah dan Timur

Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di pantai barat selatan, tim Sayuti merencanakan penggalangan dukungan ke wilayah tengah dan tenggara Aceh. Agenda berikutnya akan dilanjutkan ke kawasan pantai timur Aceh.

Safari yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 itu telah menjangkau lima daerah, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, dan Aceh Selatan. Rombongan dijadwalkan meneruskan perjalanan ke Subulussalam.

Dalam kegiatan tersebut, Sayuti didampingi para pendukung, dua mantan Ketua PWI Aceh, serta calon Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Sayuti berupaya memperkuat dukungan sekaligus membawa aspirasi wartawan daerah sebagai bagian dari agenda perubahan PWI Aceh periode 2026–2031.[]

bank aceh