News  

Latih 45 Nakes, RSUDZA Perkuat Layanan Stroke

KabarAktual.id – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) memperkuat pelayanan stroke di Aceh melalui Workshop Code Stroke dan Trombolisis Provinsi Aceh 2026 yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 45 tenaga kesehatan dari 11 rumah sakit umum daerah (RSUD) di Aceh yang telah memiliki fasilitas computed tomography scan (CT Scan).

Workshop dibuka oleh Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes. Dari RSUDZA hadir Wakil Direktur Pengembangan SDM, Dr. Arifatul Khorida, MPH, FISQua, mewakili direktur.

Dalam sambutannya, Arifatul menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan intervensi, ketepatan diagnosis, dan koordinasi tim medis. Prinsip Time is Brain, and Teamwork Saves Time, kata dia, menekankan bahwa setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke.

Baca juga: Dokter Spesialis Seperti Apa yang Ingin Kita Lahirkan?

Karena itu, menurut Wadir, diperlukan sistem pelayanan terintegrasi, mulai dari pengenalan gejala, aktivasi Code Stroke, pemeriksaan CT Scan, hingga pemberian terapi trombolisis sesuai indikasi medis.

Ia mencontohkan seorang pasien berusia 85 tahun yang mengalami gangguan bicara dan kelumpuhan pada sisi kanan tubuh. Setelah menjalani pemeriksaan dan terapi trombolisis, pasien tersebut dilaporkan kembali mampu berbicara dalam kalimat lengkap dan bekerja enam hari setelah serangan stroke.

Dr. Arifatul Khorida, MPH, FISQua

Kata Arifatul, kasus itu menunjukkan pentingnya penanganan yang cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien stroke. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Aceh, RSUDZA berupaya memperluas akses pelayanan stroke melalui penguatan jejaring rujukan ant rumah sakit.

Dia menambahkan, workshop yang didukung program SIHREN Kementerian Kesehatan RI ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani pasien stroke secara cepat dan terstandar.

Baca juga: RSUDZA Komit Lunasi Utang tanpa Tambah Utang

Tindak lanjut kegiatan mencakup pembentukan tim Code Stroke terlatih di rumah sakit peserta, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta evaluasi door-to-needle time, yakni rentang waktu sejak pasien tiba di rumah sakit hingga obat trombolisis diberikan.

RSUDZA menekankan bahwa keberhasilan workshop tidak cukup diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari penerapan kompetensi dalam praktik klinis, percepatan pelayanan, dan perbaikan hasil penanganan pasien.

Selain peningkatan kapasitas tenaga medis, edukasi masyarakat mengenai pengenalan gejala stroke dan pentingnya segera mencari pertolongan medis juga menjadi bagian penting dari upaya menekan risiko kecacatan dan kematian akibat stroke.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. dr. Syahrul, Sp.S(K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) yang juga bertindak sebagai pengampu nasional pelayanan stroke Kementerian Kesehatan RI.

Kegiatan ini juga diikuti para guru besar, narasumber, dokter spesialis neurologi, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan dari 11 RSUD di Aceh. Melalui workshop tersebut, RSUDZA berharap kolaborasi antarrumah sakit semakin kuat sehingga pelayanan stroke yang cepat, bermutu, dan merata dapat diwujudkan di seluruh Aceh.[]

bank aceh