width=
News  

Ruddi Setiawan Kapolda Aceh Gantikan Marzuki Ali Basyah

Screenshot

KabarAktual.id – Penantian terkait sosok yang akan memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akhirnya terjawab. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Brigjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnatugas.

Penunjukan tersebut sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Ruddi Setiawan. Dengan jabatan barunya, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 itu resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) atau bintang dua.

Bagi Ruddi, Aceh bukan wilayah yang asing. Perwira tinggi kelahiran 24 September 1974 itu pernah bertugas di Tanah Rencong dan memiliki rekam jejak yang cukup kuat dalam penanganan kasus narkotika.

Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh. Posisi ini menjadi titik penting dalam kariernya karena berhasil membangun reputasi sebagai penyidik yang berpengalaman dalam memberantas jaringan narkotika, termasuk mengungkap berbagai kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan jaringan lintas daerah dan internasional.

Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia pernah menjabat Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI sebelum kembali bertugas di lingkungan Polri.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Aceh, Ruddi menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri sejak 27 Februari 2026.

Sepanjang kariernya, Ruddi dikenal sebagai perwira yang banyak ditempa di bidang reserse. Sebagian besar perjalanan dinasnya dihabiskan dalam penanganan tindak pidana narkotika dan kejahatan khusus.

Kariernya berkembang di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia pernah menjabat Kanit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, kemudian menjadi Perwira Menengah Polda Metro Jaya, serta dipercaya sebagai Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Pengalaman panjang di bidang penyidikan tersebut membentuk kapasitasnya sebagai penyidik yang dikenal teliti dan memiliki pengalaman menangani berbagai perkara strategis.

Pada 2015, Ruddi mulai memperoleh pengalaman memimpin wilayah setelah dipercaya menjabat Kapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara. Setahun berselang, ia mendapat promosi sebagai Kapolres Badung, Bali, wilayah yang menjadi salah satu pusat pariwisata nasional dan internasional.

Kariernya terus menanjak dengan menempati sejumlah jabatan strategis di Polri maupun BNN hingga akhirnya dipercaya menduduki jabatan perwira tinggi bintang satu.

Kini, setelah meniti karier di berbagai posisi penting, Ruddi kembali ke Aceh. Namun kali ini ia hadir bukan sebagai direktur atau pejabat menengah, melainkan sebagai orang nomor satu di Polda Aceh.

Penunjukan tersebut menandai babak baru perjalanan kariernya sekaligus kembalinya seorang perwira yang pernah ditempa oleh dinamika penegakan hukum di Aceh untuk memimpin institusi kepolisian di provinsi paling barat Indonesia itu.

Sebagai Kapolda Aceh yang baru, Ruddi akan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, pemberantasan peredaran narkotika, hingga menjaga stabilitas daerah menjelang berbagai agenda strategis pemerintah di Aceh.[]

bank aceh