width=
News  

Tiga Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer

Tiga Calon Petugas Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer

KabarAktual.id – Sebanyak tiga orang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) di tiga lokasi berbeda. Mereka diharuskan ikut latihan militer sebelum menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Peserta yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusbahasa Kodiklatau Jakarta itu meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) setelah sebelumnya mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pelatihan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, Novia sempat mendapatkan penanganan medis di Ruma h Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa sebelum kondisinya memburuk. “Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Rico, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Novia diketahui memiliki penyakit tuberkulosis (TB). Kemhan menyebut seluruh peserta latsarmil sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat mengikuti pendidikan. Kematian Novia menambah daftar peserta SPPI yang meninggal selama mengikuti latsarmil.

Sebelumnya, Anisa Muyassaroh meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Menurut Rico, Anisa meninggal akibat heat stroke atau serangan panas saat menjalani pelatihan.

Sementara itu, peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” ujarnya.

Munculnya tiga kasus kematian dalam rangkaian latsarmil calon pengelola Koperasi Merah Putih tersebut mendorong Kemhan melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan dan pengawasan kesehatan peserta.

Rico menegaskan evaluasi dilakukan bersama panitia seleksi nasional dan penyelenggara pendidikan untuk memastikan keselamatan peserta menjadi prioritas utama. “Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” katanya.[]

bank aceh