News  

Kapolda Aceh: Investor Wajib Hormati Syariat Islam dan Kearifan Lokal

KabarAktual.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa setiap investor yang ingin menanamkan modal dan membuka usaha di Aceh wajib menghormati kearifan lokal, syariat Islam, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Marzuki menanggapi berbagai isu investasi yang berkembang di Aceh. Seperti ramai diberitakan, salah investasi yang akan beroperasi di wilayah ini adalah rencana eksploitasi gas di Blok Andaman.

Menurutnya, Polda Aceh tetap menjalankan tugas dan fungsi sesuai ketentuan perundang-undangan dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Artinya, mengutamakan keamanan dan kenyamanan,” kata Marzuki di Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang beraktivitas di Aceh harus menjunjung tinggi nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat.“Di mana pun berada harus demikian. Ibarat kata pepatah, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Selain menghormati adat istiadat setempat, lanjut Marzuki, seluruh kegiatan investasi juga harus berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Karena itu, ia mengimbau para investor yang hendak masuk ke berbagai wilayah di Aceh agar mengedepankan tata krama serta menghormati harkat dan martabat masyarakat setempat.“Aceh ini berlaku syariat Islam, maka hormati ketentuan itu,” katanya.

Kapolda juga mencontohkan pentingnya penghormatan terhadap nilai-nilai lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, Aceh memiliki tradisi panjang dalam menjaga lingkungan yang diwariskan sejak masa Kesultanan Aceh.

“Kalau investor hendak masuk ke wilayah sumber daya alam yang ada di Aceh, maka hormati perlindungan alam Aceh. Di Aceh sudah ada hukum secara turun-temurun tentang perlindungan alam. Itu sudah ada sejak zaman kesultanan di Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai hukum adat terkait perlindungan lingkungan tersebut masih dihormati hingga kini dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh.

Marzuki mengatakan, bahkan institusi Polri yang tugas dan kewenangannya telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Kepolisian tetap berupaya menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam menjalankan tugasnya. “Ketika kita bisa menyatu dengan masyarakat, maka kita dapat melangkah dengan tepat tanpa melukai hati rakyat,” katanya.

Meski mengakui investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Kapolda menegaskan bahwa kesejahteraan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Investasi di Aceh itu sangat penting. Namun yang lebih penting lagi adalah kebahagiaan masyarakat setempat. Jangan sampai mereka hanya menerima musibah bencana alam di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Marzuki, seluruh pihak perlu bersama-sama menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat. “Inilah yang perlu betul-betul kita jaga bersama. Sama-sama kita melindungi alam dan masyarakat yang berada di dalamnya,” kata Kapolda Aceh.[]

bank aceh