KabarAktual.id — Pegiat media sosial Ade Armando resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026).
“Saya mohon izin, melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI,” ujar Ade.
Ia menegaskan, keputusan itu diambil bukan karena konflik internal partai. Menurut dia untuk melindungi PSI dari dampak kasus hukum yang tengah menjeratnya.
Menurut Ade Armando, perkara tersebut berpotensi menyeret partai lebih jauh. Bahkan, ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi untuk menyerang PSI.
“Ada kelompok yang menurut saya mengorkestrasi ini untuk menghancurkan PSI. Saya tidak terima itu,” katanya.
Ade juga menyebut, kasus yang dihadapinya telah berdampak pada kolega di internal partai. Ia khawatir, kondisi ini bisa menghambat langkah politik PSI ke depan, termasuk menghadapi Pemilu 2029.
Karena itu, ia memilih mundur sebagai langkah paling rasional. “Kalau ini dibiarkan, orang akan mempersulit kerja PSI ke depan,” ujarnya.
Kasus yang menjerat Ade berkaitan dengan dugaan penghasutan dan ujaran kebencian di media sosial. Ia dilaporkan bersama Permadi Arya ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan teregister dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Pelapor, Paman Nurlette, menyebut laporan dibuat terkait dugaan penghasutan dan provokasi yang dilakukan melalui konten media sosial, yang menyinggung potongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Masjid Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu.[]












