Gantikan Ayahnya yang Tewas Ditembak AS-Israel, Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Mojtaba Khamenei, putra mantan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (foto: AFP)

KabarAktual.id — Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di ibu kota Teheran pada 28 Februari 2026.

Penunjukan Mojtaba diputuskan oleh Majelis Ahli Iran sekitar sepuluh hari setelah serangan yang menewaskan Ali Khamenei bersama istrinya, Zahra Haddad-Adel.

Logo Korpri

Dilaporkan oleh Anadolu Agency, Zahra meninggal akibat serangan udara yang menghantam kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran. Dalam serangan tersebut Mojtaba selamat, namun kehilangan sejumlah anggota keluarga, termasuk saudara perempuan, kakak ipar, dan beberapa keponakan.

Berbeda dengan ayahnya yang kerap tampil di ruang publik, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Ia tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan, jarang muncul di media, serta hampir tidak pernah menyampaikan pidato atau wawancara publik.

Bahkan, banyak warga Iran disebut belum pernah mendengar langsung suara Mojtaba meskipun ia merupakan anak dari pemimpin tertinggi negara tersebut.

Meski demikian, sejumlah laporan media internasional menyebut Mojtaba telah lama memiliki pengaruh kuat dalam lingkaran kekuasaan Iran. Ia kerap disebut sebagai figur yang berada di balik pengambilan keputusan penting selama masa kepemimpinan ayahnya.

Putra kedua Ali Khamenei itu juga diyakini memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta jaringan intelijen Iran.

Direktur lembaga kajian DiploHouse di Teheran, Hamid Reza Gholamzadeh, mengatakan penunjukan Mojtaba sepenuhnya merupakan keputusan Majelis Ahli Iran, bukan hasil campur tangan ayahnya. “Ini tidak ada hubungannya dengan ayahnya. Majelis Ahli bertanggung jawab melakukan penilaian teknis terhadap kandidat dan mereka telah memilihnya,” kata Gholamzadeh seperti dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan posisi pemimpin tertinggi Iran tidak selalu menuntut pengalaman eksekutif formal, melainkan kemampuan memahami situasi politik dan tantangan negara.

Sementara itu, dokumen kabel diplomatik Amerika Serikat yang pernah dipublikasikan oleh WikiLeaks menggambarkan Mojtaba sebagai sosok berpengaruh di balik layar kekuasaan Iran.

Sejumlah analis menilai terpilihnya Mojtaba kemungkinan akan membuat Iran tetap berada di jalur politik garis keras, bahkan berpotensi lebih tegas terhadap Barat. Terlebih, Mojtaba baru saja kehilangan ayah, ibu, dan istrinya akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel, situasi yang diperkirakan akan memperkeras sikap politik Teheran dalam menghadapi tekanan Barat.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *