Sebelum Dibunuh, CIA Kuntit Khamenei Selama Berbulan-bulan

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (foto: CNBC)

KabarAktual.id — Operasi intelijen Central Intelligence Agency (CIA) dilaporkan menjadi kunci di balik serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Teheran, Minggu (2/3/2026).

Mengutip laporan Agence France-Presse (AFP) dan The New York Times, CIA telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan. Badan intelijen AS itu memperoleh informasi bahwa Khamenei dijadwalkan menghadiri pertemuan pejabat tinggi Iran di kompleks kepemimpinan di pusat Teheran pada Sabtu pagi.

Logo Korpri

Informasi tersebut kemudian dibagikan kepada Israel untuk menyesuaikan rencana serangan. Washington dan Tel Aviv awalnya disebut merancang operasi pada malam hari, namun jadwal diubah berdasarkan data intelijen terbaru. “AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana melakukan serangan terhadap kepemimpinan Iran,” tulis laporan tersebut.

Operasi militer dimulai sekitar pukul 06.00 waktu Israel. Rudal jarak jauh menghantam kompleks yang menjadi lokasi pertemuan sekitar pukul 09.40 waktu setempat. Para pejabat senior keamanan nasional Iran dilaporkan berada di salah satu gedung dalam kompleks itu, sementara Khamenei berada di gedung terdekat.

Selain Khamenei, dua pejabat militer senior Iran juga dilaporkan tewas, yakni Kepala Garda Revolusi Jenderal Mohammad Pakpour dan penasihat keamanan senior Ali Shamkhani. Informasi tersebut dikonfirmasi otoritas peradilan Iran.

Tak hanya itu, laporan media Iran menyebut sejumlah anggota keluarga Khamenei serta pengawalnya turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Pengumuman kematian Khamenei sebelumnya disampaikan Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut.Pemerintah Iran selanjutnya menunjuk Presiden Masoud Pezeshkian bersama dua pejabat tinggi lainnya untuk memimpin pemerintahan dalam masa transisi.

Serangan itu memicu respons militer Iran. Sejumlah laporan menyebutkan adanya serangan balasan ke beberapa titik di kawasan Teluk, termasuk di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta di sekitar pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Sementara itu, Trump menegaskan operasi militer Amerika akan terus berlanjut “selama diperlukan”, di tengah meningkatnya kekhawatiran eskalasi konflik regional yang lebih luas.[]

Logo Korpri Logo Korpri