KabarAktual.id – Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), Zhafran Trashadi, meraih Juara 1 atau 1st Place Best Clinical Case Report Presentation pada ajang Clinical Case Fair dalam Asia Pacific Regional Meeting (APRM) 2026 di The University of Hong Kong, Hong Kong.
Prestasi tersebut diraih melalui presentasi laporan kasus klinis berjudul Closed Fracture of the Left Intertrochanter Femur Evans Type IV, yang mengulas penatalaksanaan kasus fraktur intertrokanter femur menggunakan pendekatan berbasis bukti (evidence-based medicine).Kompetisi ini diikuti mahasiswa kedokteran dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik yang mempresentasikan laporan kasus terbaik mereka di hadapan dewan juri internasional.Dalam presentasinya, Zhafran menyoroti pentingnya ketepatan diagnosis, pemilihan tata laksana yang sesuai, serta pengambilan keputusan klinis yang komprehensif dalam menangani kasus fraktur intertrokanter femur. Ia juga mengkaji kasus tersebut dari perspektif kesehatan global.Penyampaian materi yang sistematis, didukung analisis ilmiah yang kuat serta kemampuan komunikasi yang baik, mengantarkan mahasiswa FK USK itu meraih penghargaan tertinggi pada kategori tersebut.Asia Pacific Regional Meeting (APRM) merupakan pertemuan tahunan mahasiswa kedokteran se-Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA), organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di dunia.Kegiatan tersebut mempertemukan ratusan mahasiswa kedokteran dari berbagai negara untuk mengikuti seminar, lokakarya, diskusi ilmiah, serta kompetisi akademik yang bertujuan meningkatkan kompetensi, memperluas kolaborasi, dan mendorong pertukaran pengalaman di bidang kesehatan global.Zhafran mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga hasil dari dukungan banyak pihak.“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan membawa nama baik Fakultas Kedokteran, USK, serta Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkarya dan berkompetisi di forum internasional.Zhafran juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, keluarga, dan rekan-rekan yang telah mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan mahasiswa USK dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat internasional. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi USK sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong pengembangan akademik, penelitian, dan inovasi guna melahirkan lulusan berdaya saing global.












