KabarAktual.id – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Lomba Esai Tingkat Nasional (LETIN) 8 yang digelar di Universitas Andalas, Padang, tim FK USK berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.
Tiga penghargaan yang diraih yakni Silver Medal Bidang Kesehatan, Favorite Poster Bidang Kesehatan, dan The Most Favorite Poster untuk seluruh kategori kompetisi.Tim tersebut diketuai oleh Muhammad Rasyid Ridha dengan anggota Lucky Nadia, di bawah bimbingan Dr. apt. Suryawati, M.Sc. Mereka mengusung karya inovatif berjudul “DIABETEA Strip: Inovasi Oral Dissolving Film Berbasis Ekstrak Daun Jambu Biji sebagai Strategi Preventif Pengendalian Lonjakan Glukosa Postprandial pada Populasi Pradiabetes.”
Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan, DIABETEA Strip merupakan inovasi berbentuk oral dissolving film atau lembaran tipis yang dapat larut langsung di rongga mulut tanpa memerlukan air minum. “DIABETEA Strip adalah inovasi oral dissolving film atau strip tipis yang bisa langsung larut di rongga mulut tanpa perlu air. Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pradiabetes, memiliki cara yang jauh lebih praktis dan efektif untuk mengendalikan lonjakan glukosa setelah makan,” kata Rasyid.
Menurutnya, inovasi tersebut memanfaatkan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan quercetin. Kandungan tersebut diketahui mampu menghambat enzim α-glukosidase sehingga proses pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dapat berlangsung lebih lambat.
Dengan mekanisme tersebut, DIABETEA Strip diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif preventif dalam mengendalikan lonjakan kadar gula darah setelah makan, terutama pada kelompok masyarakat yang berisiko mengalami diabetes.
Dosen pembimbing tim, Dr. apt. Suryawati, M.Sc., mengapresiasi capaian mahasiswa FK USK yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional. “Kami sangat bangga dengan kerja keras tim. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya mampu secara akademis, tetapi juga kreatif dalam mengonversi bahan alam lokal menjadi solusi kesehatan berbasis bukti ilmiah yang aplikatif bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong tumbuhnya semangat riset dan inovasi di kalangan mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Prestasi di ajang LETIN 8 ini sekaligus mempertegas kemampuan mahasiswa USK dalam menghasilkan karya inovatif yang mampu bersaing di tingkat nasional serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.[]












