News  

Wakapolda Aceh dan Plt. Kadistanbun Tanam Jagung Bersama di Pidie

KabarAktual.id — Kapolda Aceh InspekturJenderal Pol. Ahmad Marzuki diwakili Waka Polda Aceh Brigadir Jenderal Pol. Ari Wahyu Widodo dan Gubernur Aceh yang diwakili oleh Plt. Kadistanbun Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng melakukan penanam bersama jagung di Desa Blang Lueun Kecamatan Simpang Tiga Pidie, Sabtu (13/6/ 2026).

Kegiatan tersebut digagas oleh Komunitas Petani Muda Aceh bekerja sama dengan Kapolda Aceh. Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua Petani Muda Aceh Khaisar, Kepala BBRMP Aceh Firdaus, SP, M.Si, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K, M.I.K., Forkopimda Pidie, para Pejabat Utama Polda Aceh, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Polda Aceh, Kadis Pertanian dan Pangan Pidie Hasballah, SP, MM, Bulog dan PLN Pidie, Geuchik Blang Lueun dan masyarakat sekitar.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara.

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. “Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.

Sementara itu Gubernur Aceh melalui Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh akan terus berupaya untuk memulihkan kondisi Aceh pasca bencana dengan memaksimalkan semua potensi yang ada termasuk kolaborasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota.

Contohnya areal persawahan yang terdampak sekitar 57.364 ha dengan rincian kategori rusak ringan 27.437 ha, rusak sedang 13.651 ha dan rusak berat 16.276 ha. Pemerintah sedang berproses melakukan pemulihan untuk rusak ringan sekitar 27.071 ha dan rusak sedang sekitar 4.393 ha pada tahap pertama. Kemudian sekitar 9.524 ha akan ditangani pada tahap II dan Kementan sudah menyetujui untuk memfasilitasi. “Baru saja beberapa hari ini mendapat persetujuan berkat kerja keras Pak Gubernur dan semua komponen tentunya juga dengan doa-doa dari masyarakat khususnya para petani kita,” ujar Azanuddin Kurnia.

Pihaknya bertekad akan terus bergerak cepat sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada termasuk untuk memulihkan di Kabupaten Pidie ini. Azanuddin Kurnia juga menyambut baik terhadap kegiatan penanaman jagung di wilayah ini dengan inisiatif dari Komunitas Pemuda Aceh. Ini bisa mendukung terhadap ketahanan pangan di Aceh khususnya Kabupaten Pidie melalui komoditi jagung.

Azan menyatakan bahwa berdasarkan rilis BPS pada Pebruari 2026, total luas panen jagung 2025 sekitar 9,47 ribu ha dengan total produksi 46,74 ribu ton. Bila dibandingkan dengan luas panen pada 2024 terjadi penurunan dari 11,50ribu ha menjadi 9,47 ha atau turun 2,02 ribu ha (17,60%). Demikian juga dengan produksi 2024 sebanyak 52,25 ribu ton menjadi 46,74 ribu ton atau turun sebanyak 5,51ribu ton (10,54 %). Penurunan ini salah satunya diakibatkan oleh bencana pada akhir November 2025 yang lalu.

Untuk itu kami menyambut baik kegiatan ini karena akan mampu Insya Allah menopang terhadap luas tanam dan luas panen. Azan juga menghimbau agar luas tanam ini dapat dilaporkan nantinya ke penyuluh dan Dinas Pertanian dan Pangan Pidie serta ke BPS setempat untuk dapat dicatatkan oleh instansi yang berwenang.

Selesai acara seremonial dilanjutkan dengan pemberian bantuan Kapolda Aceh kepada perwakilan masyarakat yang diserahkan oleh Wakapolda, Plt. Kadistanbun dan pejabat lainnya. Juga rombongan melihat hasil-hasil panen petani setempat seperti bawang merah, emping melinjo, garam dan komoditi pertanian dan hortikultura lainnya.

Selesai itu, acara dilanjutkan dengan penanaman perdana oleh para undangan yang hadir. Terkahir dilanjutkan dengan makan siang bersama antara panitian, undangan dan masyarakat setempat.[ADV]

bank aceh