KabarAktual.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Bupati Edison, turut diamankan.
Kabar penangkapan itu dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).“Benar,” kata Fitroh singkat.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengungkap pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Lembaga antirasuah itu juga masih menutup rapat informasi mengenai perkara yang menjadi dasar pelaksanaan OTT.
Sesuai ketentuan, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sekaligus mengumumkan konstruksi perkara kepada publik. Penangkapan ini menjadi sorotan karena Edison merupakan kepala daerah yang baru menjabat setelah memenangkan Pilkada 2024.
Empat Kandidat
Edison yang berpasangan dengan Sumarni berhasil keluar sebagai pemenang dalam kontestasi Pilkada Muara Enim 2024. Pasangan yang diusung koalisi Partai NasDem, PDI Perjuangan, dan Golkar tersebut ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim terpilih periode 2025–2030 setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sengketa hasil pilkada.
Berdasarkan penetapan KPU Kabupaten Muara Enim, pasangan Edison-Sumarni meraih 114.258 suara atau 38,76 persen suara sah dan mengungguli tiga pasangan calon lainnya dalam pertarungan empat kandidat. Edison kemudian dilantik sebagai Bupati Muara Enim bersama kepala daerah terpilih lainnya pada 20 Februari 2025.
Sebelum terjun ke politik praktis, Edison dikenal sebagai birokrat yang lama berkarier di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jabatan terakhir yang diembannya sebelum pensiun adalah Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan pada Kantor Wilayah BPN Sumatera Selatan.
Ia juga tercatat menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara. OTT terhadap Edison menambah daftar kepala daerah yang tersandung operasi senyap KPK.
Publik kini menunggu pengumuman resmi lembaga antirasuah mengenai perkara yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim tersebut.[]












