News  

Ribuan Orang Incar Satu Lowongan, Aplikasi Kencan pun Diserbu

Puluhan pencari kerja memadati kegiatan job fair di President University Convention Center Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa 27 Mei 2025 (Foto: Tribun Bekasi)

KabarAktual.id — Pasar tenaga kerja Indonesia semakin ketat. Data terbaru menunjukkan satu lowongan pekerjaan kini bisa diperebutkan oleh 500 hingga 600 pelamar, bahkan mencapai ribuan orang untuk posisi tertentu di perusahaan besar.

Kondisi tersebut tergambar dari data platform pencarian kerja JobStreet by SEEK yang dirilis pada Maret 2026.

Tingginya jumlah pelamar dibandingkan lowongan yang tersedia menjadi indikator semakin sulitnya masyarakat memperoleh pekerjaan di tengah perlambatan pasar tenaga kerja. “Bayangkan kalau satu HR tidak hanya membuka satu posisi. Banyak perusahaan bisa memasang hingga puluhan lowongan dalam satu tahun. Artinya mereka harus memproses ribuan CV,” ujar Acting Sales Director Indonesia, Ethika Santi.

Besarnya kesenjangan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja nasional belum sepenuhnya pulih. Persaingan yang semakin ketat juga membuat peluang mendapatkan pekerjaan menjadi lebih kecil, terutama bagi lulusan baru dan pencari kerja yang minim pengalaman.

Baca juga: Rupiah Melemah, 20 Ribu Pekerja Terancam PHK

Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara juga menghadapi pelemahan pasar tenaga kerja.

Di Inggris, misalnya, jumlah lowongan pekerjaan turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Sektor perhotelan dan ritel menjadi yang paling terdampak.

Data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 5 persen dalam periode tiga bulan hingga Maret 2026, dari sebelumnya 4,9 persen.

Direktur Statistik Ekonomi ONS, Liz McKeown, mengatakan pasar tenaga kerja Inggris masih berada dalam kondisi lemah. “Lowongan pekerjaan berada pada level terendah dalam lima tahun dan pengangguran lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Ketatnya persaingan kerja bahkan memunculkan fenomena baru di kalangan pencari kerja. Sebagian orang mulai memanfaatkan aplikasi kencan sebagai sarana mencari pekerjaan.

Baca juga: Dino Kritik Prabowo Terlalu Sering ke Luar Negeri, Satu Kunjungan Habiskan Ratusan Miliar

Platform seperti Tinder, Bumble, hingga Hinge kini tidak hanya digunakan untuk mencari pasangan, tetapi juga membangun jaringan profesional dan berburu informasi lowongan kerja.

Seorang pengguna TikTok sempat viral setelah mengaku menggunakan aplikasi Hinge untuk mencari pekerjaan. Alih-alih memasang foto terbaiknya, ia mengunggah tangkapan layar CV pada profilnya dan menuliskan keinginan bekerja di industri kreatif.

Video tersebut ditonton hampir 250 ribu kali. Namun, akun yang bersangkutan kemudian dihapus karena dianggap melanggar kebijakan platform.

Meski demikian, strategi tersebut ternyata tidak selalu gagal. Sejumlah pengguna lain mengaku berhasil memperoleh pekerjaan melalui koneksi yang dibangun lewat aplikasi kencan. Bahkan ada yang mengaku mendapatkan pekerjaan bergaji enam digit dolar AS setelah berkenalan dengan seseorang melalui Bumble.

Fenomena tersebut menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan di pasar kerja saat ini. Ketika satu lowongan diperebutkan ratusan orang, sebagian pencari kerja mulai mencari peluang dari jalur-jalur yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.[]

Ribuan Orang Incar Satu Lowongan, Aplikasi Kencan pun Diserbu

bank aceh