KabarAktual.id — Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren depresiasi Rupiah beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, rupiah berada di level Rp17.855 per dolar AS atau melemah 54 poin setara 0,30 persen dibanding perdagangan sebelumnya.Tekanan terhadap rupiah terjadi setelah sebelumnya mata uang domestik juga sempat menembus level Rp17.700 per dolar AS pada awal pekan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas nilai tukar, terlebih menjelang libur panjang Idul Adha dan meningkatnya sentimen eksternal.
Sejumlah mata uang Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,05 persen, ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, dolar Singapura turun 0,16 persen, yen Jepang terkoreksi 0,04 persen, serta peso Filipina melemah 0,18 persen.
Di kawasan yang sama, dolar Hong Kong menjadi pengecualian dengan menguat tipis 0,03 persen terhadap dolar AS.Sementara itu, mata uang utama negara maju juga berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,13 persen dan poundsterling Inggris turun 0,19 persen.
Selain itu, dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, dolar Kanada turun 0,10 persen, dan franc Swiss melemah 0,20 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipicu meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman setelah muncul kabar terbaru terkait serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut dia, eskalasi konflik di Timur Tengah memperumit prospek perdamaian kawasan dan mendorong penguatan dolar AS di pasar global. “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS.[]












