News  

Klarifikasi RSUDZA Terkait Tudingan Kongkalikong Dengan Apotek Mitra

Kondisi antrean pasien mengambil obat di farmasi RSUDZA beberapa hari lalu (foto: Ist)

Pihak manajemen RSUDZA menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan kongkalikong dalam penyediaan obat terhadap pasien sebagaimana diungkap oleh sumber media ini. Berikut disiarkan utuh klarifikasi dari pihak RSUDZA.

Hal​: ​Hak Jawab dan Klarifikasi Berita

Logo Korpri

Yang Terhormat,

Redaksi Kabar Aktual

di Tempat

Menanggapi pemberitaan di media Kabar Aktual edisi 21 April 2026 dengan judul “Di Balik Krisis Obat di RSUDZA Terendus Kongkalikong dengan Apotek Mitra, Pasien Dirugikan”, kami dari Manajemen RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) memandang perlu memberikan klarifikasi dan Hak Jawab agar informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang dan akurat:

1. Komitmen Terhadap Keselamatan Pasien

RSUDZA berkomitmen bahwa pelayanan medis tidak boleh terhenti hanya karena kendala distribusi obat. Kerjasama dengan apotek mitra merupakan langkah Contingency Plan (Rencana Darurat) yang diambil untuk memastikan pasien tetap mendapatkan obat secara cepat dan tepat saat terjadi kekosongan stok di instalasi farmasi internal akibat kendala operasional atau keterlambatan distribusi dari penyedia pusat (e-Katalog).

2. ​Pasien Tidak Dipungut Biaya (Ditanggung RS)

Kami menegaskan bahwa kerjasama dengan apotek mitra dilakukan dengan sistem penjaminan oleh pihak RSUDZA. Pasien (khususnya peserta JKN/BPJS) yang diarahkan ke apotek mitra tidak dipungut biaya sepeser pun. Seluruh tagihan obat dibebankan langsung kepada anggaran rumah sakit sesuai dengan regulasi dan tarif yang berlaku. Tidak ada kerugian finansial yang dialami oleh pasien dalam skema ini.

3. ​Transparansi dan Legalitas Kerjasama

Tuduhan mengenai adanya “kongkalikong” adalah tidak berdasar. Kerjasama dengan apotek rekanan dilakukan melalui prosedur administrasi yang sah, didasari oleh Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang transparan, dan bertujuan semata-mata untuk mem-back up kebutuhan pasien dalam situasi darurat. Proses ini dipantau secara berkala oleh unit pengawas internal untuk menjamin akuntabilitasnya.

4. ​Langkah Perbaikan Distribusi

RSUDZA saat ini terus berupaya mempercepat proses pengadaan obat melalui sistem e-Katalog dan berkoordinasi dengan para distributor agar ketersediaan obat di depo internal kembali stabil, sehingga ketergantungan pada apotek mitra dapat terus diminimalisir.

Kami meminta redaksi Kabar Aktual untuk memuat Hak Jawab ini secara utuh sesuai dengan amanah UU Pers sebagai bentuk perimbangan informasi.

RSUDZA sangat terbuka terhadap kritik yang membangun demi peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Aceh.

Banda Aceh, 22 April 2026

Hormat Kami,

Manajemen RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA)

Logo Korpri Logo Korpri