KabarAktual.id — Pelayanan RSUZA Banda Aceh setelah pergantian direktur tambah tidak manusiawi. Di bawah kepemimpinan Muhazar, direktur baru pilihan Gubernur Mualem, pelayanan rumah sakit pelat merah itu tambah amburadul.
Kondisi pelayanan yang buruk yang dikeluhkan masyarakat sejak lama mulai dirasakan pasien sejak memasuki UGD. Pemantauan media ini, Senin (20/4/2026) malam, banyak pasien yang ditelantarkan berjam-jam di pintu masuk. Minimnya pelayanan mengakibatkan pasien yang sakit bertambah menderita.
Meski sudah menjadi permasalahan bertahun-tahun, kinerja manajemen RSUZA tak kunjung membaik. Ruangan IGD yang kecil tidak mampu menampung jumlah pasien membludak dari seluruh Aceh.

Tidak hanya kapasitas ruangan yang kecil sepadan dengan sikap dan layanan petugasnya yang kasar dan suka ketus. Pemandangan itu sangat kontras dengan rumah sakit lain, seperti rumah sakit Kesdam yang ramah dan menghargai pasien.
Baca juga: Running Text RSUDZA Diretas, Muncul Kata Sumpah Serapah
Anehnya, kendala yang sudah berlangsung “sejak Indonesia merdeka” itu tak pernah ada upaya mencari jalan keluar. Terkesan, pihak manajemen sengaja mempertahankan situasi seperti itu. Padahal rumah sakit ini memiliki anggaran yang banyak.
Karena jumlah ranjang yang sangat terbatas, petugas medis di IGD seperti copy paste selalu mengulang kata yang sama. “Maaf tidak ada bed. Kamar penuh,” begitu kalimat yang hari-hari jadi jawaban setiap pasien meminta pertolongan medis.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ratusan Nakes RSUZA Demo, Protes Pemotongan Tunjangan
Hal yang sama dialami seorang warga Lampriet di lokasi mana rumah sakit itu berada, Senin malam. Pasien yang mengeluhkan sakit dan demam tinggi dibiarkan berada di kursi roda berjam-jam tanpa penanganan serius petugas medis. Karena tak sanggup menahan sakit, pasien ini memilih meninggalkan RSUZA dan pindah ke rumah sakit lain.
Pasien yang jengkel akibat perlakuan pihak rumah sakit yang jauh dari kata manusiawi bukan kasus pertama. Beberapa waktu lalu ada keluarga pasien yang menampar petugas rumah sakit sangking emosinya.
Kejengkelan serupa juga pernah dilampiaskan anggota masyarakat dengan melakukan sabotase terhadap running tex di depan pintu masuk IGD beberapa waktu lalu. Untuk memberi pelajaran terkait buruknya pelayanan, masyarakat sempat mengubah kata-kata di running tex dengan kalimat tak senonoh. Tapi semua itu tak mampu mengobati penyakit sombong dan tidak manusiawinya pelayanan RSUZA.
Direktur RSUDZA Banda Aceh, Muhazar, yang hendak dimintai tanggapan terkait misi kepemimpinannya di rumah sakit itu sejak Rabu (15/4/2026) tidak menjawab pesan teks media ini. Konfirmasi terakhir, Senin (20/4/2026) malam, juga tidak mendapatkan tanggapan dari pejabat ini.[]












