KabarAktual.id — Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, mengkritik tajam program unggulan Presiden Prabowo Subianto, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo disebutnya sedang menggalang dana untuk persiapan Pilpres 2029 lewat berbagai program unggulan tersebut.
Saiful Mujani dengan berani menuding Prabowo sedang melakukan politik gentong babi (pork barrel) sebagai persiapan menghadapi pemilu 2029. “Prabowo sedang melakukan korupsi secara terang-terangan,” tudingnya.
Saiful menyoroti besarnya anggaran program MBG yang dinilai tidak memiliki landasan hukum memadai dalam bentuk undang-undang.
Menurut dia, program dengan pembiayaan besar yang bersumber dari uang rakyat seharusnya mendapat pengawasan ketat dan persetujuan politik melalui DPR. “MBG itu program yang tidak ada dasar undang-undangnya,” kata Saiful Mujani.
Menurut dia, anggaran yang begitu besar yang bersumber dari rakyat, dari pajak, harus diawasi. “Pelibatan DPR dalam bentuk maksimal ya harus ada undang-undangnya yang dibuat bersama Presiden,” kata Saiful.
Ia mempertanyakan mekanisme kontrol terhadap program tersebut karena, menurutnya, tanpa dasar hukum yang jelas maka pengawasan publik menjadi lemah.
Stunting hanya Alibi
Saiful juga mempertanyakan relevansi MBG jika tujuan utamanya untuk menanggulangi stunting. Berdasarkan diskusi dengan para ahli gizi dan profesor, kata dia, persoalan stunting terutama terjadi dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak dalam kandungan hingga usia sekitar tiga tahun.
Karena itu, ia menilai sasaran utama intervensi seharusnya kelompok usia tersebut, bukan anak-anak berusia 4 hingga 17 tahun. “Yang membutuhkan itu tidak lebih dari 10 juta orang. Itu yang seharusnya dibenahi. Kenapa anak umur 4 tahun sampai 17 tahun harus mendapat MBG?” ujarnya.
Motif Politik 2029
Lebih jauh, Saiful menduga ada kepentingan politik di balik program tersebut. Ia menyamakan pola kebijakan itu dengan praktik pork barrel, yakni penggunaan anggaran negara untuk kepentingan elektoral. “Saya berpikir ini sama dengan pork barrel. Pak Prabowo menggunakan uang negara untuk kepentingan politiknya 2029,” tegasnya.
Ia menilai jika tujuan pemerintah murni untuk mengatasi stunting, maka kebutuhan anggaran tidak akan sebesar yang dialokasikan saat ini. “Kalau benar-benar mau mengatasi stunting, itu tidak terlalu banyak anggarannya. Nggak sampai Rp350 triliun setahun,” katanya.
DPR lumpuh dan isu Pemakzulan
Saiful turut menyoroti sikap DPR yang dinilainya tidak kritis terhadap program tersebut. Menurut dia, jika parlemen menjalankan fungsi pengawasan secara serius, maka kebijakan itu seharusnya dapat diselidiki. “Kalau DPR-nya benar, itu cukup untuk menuntut dia, menyelidiki dia, dan mengimpeach dia,” ujar Saiful.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun DPR terkait pernyataan tersebut.[]












