News  

JK Diserang Termul Usai Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah

Jokowi sungkem mencium tangan JK usai mantan Wali Kota Solo itu terpilih menjadi gubernur DKI. Kata JK, ia punya andil memboyong Jokowi ke Jakarta (foto: dok. pribadi JK)

KabarAktual.id — Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, buka suara soal laporan dugaan penistaan agama yang menyeret namanya. Pelaporan tersebut muncul setelah dirinya meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo menunjukkan ijazah asli kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan JK saat memberikan klarifikasi terkait laporan polisi atas ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), yang disampaikan pada Maret 2026 lalu.

Logo Korpri

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu menegaskan dirinya tidak ingin langsung menuding ada muatan politik di balik laporan tersebut. Namun, ia menilai waktunya beriringan dengan pernyataannya soal polemik ijazah Jokowi. “Saya tidak mau menuduh politik, tapi kenyataannya ini dimulai setelah saya mengadukan si Rismon (Sianipar), dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat berkonflik, bertentangan, saling mengadu, berteriak, karena ijazah Pak Jokowi,” kata JK dalam konferensi pers, Sabtu (18/4/2026).

JK mengaku meminta Jokowi memperlihatkan ijazahnya demi mengakhiri kegaduhan yang menurutnya sudah terlalu lama memecah masyarakat. “Sudahlah, Pak Jokowi, kasih lihat itu ijazah. Itu saja, sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih? Dan saya yakin itu asli. Kenapa tidak kasih lihat? Membiarkan masyarakatnya saling memaki selama dua tahun,” ujarnya.

JK juga menegaskan dirinya bersikap netral dalam polemik tersebut. Namun, sebagai sosok yang lebih senior, ia merasa perlu memberi nasihat agar situasi tidak terus memanas. “Saya wakilnya Pak Jokowi, maka kita setelah jabatan berakhir menjadi warga negara biasa. Saya lebih tua darinya, jadi sebagai orang yang lebih senior, saya menasihati,” katanya.

Dalam kesempatan itu, JK juga menyinggung kedekatannya dengan Jokowi sejak awal karier politik mantan Wali Kota Solo tersebut. Ia mengaku ikut berperan mendorong langkah politik Jokowi hingga ke Jakarta.

Meski begitu, JK menyebut sempat keberatan saat Jokowi hendak maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 karena dinilai masih terlalu muda.

Namun akhirnya, JK bersedia mendampingi Jokowi setelah diminta Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk menjadi pendamping sekaligus pembimbing. “Kasih tahu buzzer-buzzer itu, dia tidak jadi gubernur kalau bukan karena saya,” tegas JK.[]

Logo Korpri Logo Korpri