KabarAktual.id – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara terkait aksi sejumlah pihak yang mulai menyerang dirinya. Aksi sekelompok orang itu disebutnya tidak terlepas dari dua pernyataan berkaitan dengan kasus ijazah mantan presiden Jokowi.
Dalam media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4), JK menegaskan dirinya tidak terlibat dalam upaya apa pun terkait isu tersebut. Sebaliknya, ia justru menyarankan agar polemik segera diakhiri dengan langkah sederhana: membuka ijazah kepada publik.
Karena itu, menurut JK, dia justeru menyarankan kepada pihak Jokowi untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. “Sudahlah Pak Jokowi, kasihlah ijazah saja. Itu saja. Kenapa sih? Saya yakin itu asli. Kenapa tidak diperlihatkan? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling bertentangan selama dua tahun,” kata JK.
Menurut JK, pernyataannya murni sebagai nasihat dari seorang senior yang pernah mendampingi Jokowi saat memimpin negara. Ia menilai persoalan yang berlarut-larut justru memecah masyarakat.
“Saya berpasangan dengan Pak Jokowi, saya wakilnya Pak Jokowi. Tapi setelah selesai, kita ini warga negara biasa. Saya lebih tua dari dia, jadi sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati,” ujarnya.
Bantah Tuduhan Dana Rp5 Miliar
JK juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya mendanai pihak tertentu sebesar Rp5 miliar untuk memperkarakan isu ijazah Jokowi. Tuduhan itu sebelumnya dilontarkan Rismon Sianipar.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku bahkan tidak mengenal dekat sosok yang menudingnya tersebut. Ia menegaskan tak pernah bertemu maupun memberikan bantuan dana. “Mana saya kasih lima M? Ketemu saja tidak pernah, kenal pun tidak. Ini semua pengalihan saja,” tegasnya.
JK mengungkapkan, justru pihak yang menudingnya pernah berupaya meminta pertemuan melalui sejumlah perantara, namun ia tolak. “Dia mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy suruh mau ketemu, saya tolak. Saya tidak mau campur dengan urusan begitu,” katanya.
Bawa Jokowi ke Jakarta
Dalam kesempatan itu, JK juga menepis narasi yang menyerangnya seolah memiliki persoalan pribadi dengan Jokowi. Ia lalu mengungkap kembali peran politiknya saat mendorong Jokowi maju ke panggung nasional.
Menurut JK, dirinya yang meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta untuk jadi gubernur. Saya yang ke Ibu Mega,” ujar JK.
Ia mengatakan, kemenangan Jokowi di Pilkada DKI saat itu menjadi batu loncatan menuju kursi presiden. Karena itu, JK menilai tudingan yang menyerangnya sangat tidak berdasar. “Kasih tahu semua itu. Jokowi jadi presiden karena saya. Tanpa jadi gubernur, mana bisa jadi presiden?” ucap JK dengan nada tinggi.
JK juga membeberkan bahwa pencalonannya sebagai wakil presiden pada Pilpres 2014 bukan atas permintaan pribadi kepada Jokowi, melainkan dorongan langsung dari Megawati.
Saat itu, JK mengaku sempat ingin kembali ke Makassar dan fokus mengurus usaha. Namun Megawati memintanya mendampingi Jokowi karena dianggap paling berpengalaman.
“Ibu Mega bilang, ‘Jangan Pak Jusuf pulang dulu. Dampingi ini.’ Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf wakilnya. Bukan saya minta, Ibu Mega yang minta saya dampingi karena beliau tidak ada pengalaman,” tutur JK.
JK menegaskan keputusannya menerima pinangan itu semata-mata demi kepentingan bangsa.“Saya kerjakan demi negara, bukan demi Jokowi. Demi negara,” tandasnya.[]












