News  

Rutinitas Pagi untuk Kendalikan Asam Urat, Ini yang Perlu Dilakukan

ASAM urat terjadi ketika kadar uric acid dalam darah terlalu tinggi hingga membentuk kristal tajam di persendian dan memicu nyeri. Mengutip Mayo Clinic, faktor risiko utama asam urat meliputi pola makan tinggi purin dan konsumsi alkohol, obesitas, gangguan metabolik, faktor genetik, usia dan jenis kelamin, serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Selain pengobatan dan pengaturan pola makan, rutinitas pagi juga dinilai berperan penting dalam membantu tubuh mengelola kadar asam urat. Sejumlah kebiasaan sederhana dapat mendukung fungsi ginjal dan menekan peradangan.

Logo Korpri

Berikut rangkumannya, mengutip Times of India.

1. Hindari kafein saat perut kosong

Mengawali hari dengan kopi atau teh berkafein berpotensi memicu dehidrasi dan membebani kerja ginjal. Studi pada 2021 menunjukkan kopi berkafein dapat sedikit meningkatkan kadar asam urat serum pada individu tanpa hiperurisemia, sedangkan kopi tanpa kafein justru dikaitkan dengan penurunan kadar asam urat.

Menunda konsumsi kafein hingga setelah minum air putih dan sarapan dinilai membantu ginjal bekerja lebih efisien. Sebagai alternatif, teh herbal seperti jahe atau kunyit dapat menjadi pilihan karena memiliki sifat antiinflamasi.

2. Awali pagi dengan air hangat dan lemon

Segelas air hangat dengan perasan lemon dipercaya membantu sistem pencernaan dan mendorong pembuangan asam urat. Meski rasanya asam, lemon memiliki efek alkalisasi dalam tubuh dan kaya vitamin C.

Penelitian jangka panjang yang dipimpin oleh Hyon K. Choi menemukan bahwa asupan vitamin C yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko asam urat yang lebih rendah.

3. Minum 2–3 gelas air putih saat bangun tidur

Hidrasi yang cukup membantu mengencerkan asam urat dalam darah dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Air putih mendukung proses pembuangan zat sisa melalui urine serta membantu mencegah pembentukan kristal di sendi.

Kekurangan cairan dapat meningkatkan konsentrasi asam urat dan memicu kekambuhan, sehingga kebiasaan minum air sejak pagi menjadi langkah sederhana namun penting.

4. Pilih sarapan rendah purinMakanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis makanan laut sebaiknya dihindari, terutama saat kadar asam urat sedang tinggi.

Sebagai gantinya, pilih menu rendah purin seperti oatmeal, buah segar, yogurt rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Makanan ini kaya serat dan membantu menstabilkan metabolisme asam urat serta kadar gula darah.

5. Lakukan olahraga ringan atau yogaAktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau yoga di pagi hari membantu melancarkan sirkulasi darah dan mendukung fungsi ginjal. Namun, olahraga berlebihan perlu dihindari karena dapat meningkatkan kadar asam urat sementara akibat produksi asam laktat dan risiko dehidrasi, sebagaimana dicatat dalam publikasi ilmiah di PubMed Central.

Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara konsisten, risiko kekambuhan asam urat dapat ditekan. Pola hidup sehat sejak pagi tidak hanya membantu mengontrol kadar asam urat, tetapi juga mendukung kesehatan ginjal dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.[]

Sumber: CNBC Indonesia

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *