KabarAktual.id – Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menegaskan komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan kedokteran yang aman, berintegritas, dan bebas dari perundungan serta penyalahgunaan narkotika.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas Mahasiswa Program Studi Spesialis dan Subspesialis FK USK di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, USK, Banda Aceh, Kamis (8/10/2026).
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani mengatakan, persoalan perilaku dan tata kelola pendidikan di lingkungan FK USK menjadi perhatian serius universitas. Karena itu, berbagai potensi pelanggaran harus dicegah dan diselesaikan melalui mekanisme yang tepat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Harus ada komitmen. Kalau sudah tanda tangan, jangan melakukan hal-hal yang sudah kita sepakati untuk tidak dilakukan. Kita mencoba membangun mitigasi terhadap berbagai persoalan yang mungkin terjadi,” kata Prof. Mirza.
Ia menegaskan, praktik senioritas yang berlebihan tidak boleh lagi terjadi dalam proses pendidikan dokter. Hubungan antara senior dan junior harus dibangun atas dasar saling menghormati dan menjaga. “Mulai hari ini, kalau ada kasus akan kita selesaikan. Tidak boleh lagi ada praktik senioritas yang berlebihan. Kita harus saling menjaga, menjaga kesusilaan, mengikuti peraturan, dan menjaga kehormatan diri serta keluarga,” tegasnya.
Prof. Mirza juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan USK dari penyalahgunaan narkotika dan zat terlarang. Upaya pencegahan akan diperkuat melalui kebijakan dan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita ingin membangun zero perundungan dan zero narkoba di lingkungan USK,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan dokter tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga menyangkut karakter, etika, tanggung jawab, serta kehormatan profesi.
Dekan FK USK Dr. dr. Bakhtiar Thaib, M.Kes., Sp.A, mengatakan pakta integritas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya akademik dan profesionalisme mahasiswa selama menjalani pendidikan. “Pada hari ini kita berkomitmen untuk saling menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita harus kembali kepada nilai-nilai agama yang menuntun kita semua agar peserta didik dapat sampai pada tujuan pendidikan,” katanya.
Bakhtiar menegaskan, pakta integritas tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Komitmen tersebut harus menjadi pedoman moral mahasiswa selama menjalani pendidikan hingga menyelesaikan program spesialis maupun subspesialis. “Tidak ada senior yang merasa paling atas. Pakta integritas ini harus menjadi komitmen yang terus dipegang sampai kita menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.
Pakta Integritas Mahasiswa Program Studi Spesialis dan Subspesialis FK USK memuat 18 komitmen. Di antaranya tidak melakukan kekerasan dan perundungan, perpeloncoan, pemalakan maupun eksploitasi terhadap mahasiswa lain.
Mahasiswa juga diwajibkan menjaga kesusilaan dan batas hubungan profesional, menjunjung integritas akademik, menjaga keselamatan serta kerahasiaan pasien, menolak suap dan penyalahgunaan fasilitas, serta menjauhi narkotika, zat terlarang dan perjudian.
Selain itu, pakta tersebut mengatur kewajiban melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme resmi yang aman dan bertanggung jawab.Penandatanganan pakta integritas menjadi bagian dari penguatan tata kelola pendidikan di FK USK. Langkah tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, profesional dan saling menghormati.
Komitmen itu juga diharapkan melahirkan dokter spesialis dan subspesialis yang tidak hanya unggul secara keilmuan dan klinis, tetapi memiliki integritas serta karakter yang kuat.
FK USK saat ini telah berkembang selama 44 tahun sejak berdiri pada 1982. Dari semula hanya memiliki dua program studi, FK USK kini memiliki 32 program studi dan menjadi fakultas dengan jumlah program studi terbanyak di lingkungan USK.[]












