KabarAktual.id — Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda melemah hingga menyentuh Rp17.764 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah dalam perdagangan intraday.
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,03 persen ke level Rp17.748 per dolar AS. Tak lama kemudian, tekanan berlanjut dan rupiah turun lagi menjadi Rp17.753 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB.
Pelemahan terus terjadi hingga pukul 09.18 WIB, saat rupiah menyentuh Rp17.764 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah situasi global yang belum stabil. Pelaku pasar disebut kembali berhati-hati setelah muncul kabar adanya serangan di Selat Hormuz yang melibatkan Amerika Serikat terhadap Iran.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar keuangan kawasan Asia. Sejumlah mata uang di Asia ikut melemah, termasuk baht Thailand, ringgit Malaysia, dan peso Filipina. Sementara itu, won Korea Selatan dan dolar Taiwan masih mampu menguat.
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga datang dari kondisi ekonomi dalam negeri. Defisit transaksi berjalan Indonesia dilaporkan melebar menjadi US$4,01 miliar. Angka ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar US$0,15 miliar.
Defisit transaksi berjalan menggambarkan lebih banyak uang keluar dari Indonesia untuk kebutuhan perdagangan dan pembayaran luar negeri dibanding uang yang masuk. Kondisi ini membuat permintaan dolar AS meningkat dan menekan nilai rupiah.
Pelebaran defisit juga terjadi di tengah menyusutnya surplus perdagangan Indonesia. Surplus perdagangan turun menjadi US$7,98 miliar, dari sebelumnya US$13,07 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.
Turunnya surplus perdagangan menunjukkan pemasukan devisa dari ekspor mulai berkurang, sementara kebutuhan impor, terutama energi dan barang modal, masih tinggi.
Pengamat pasar menilai pergerakan rupiah masih berpotensi tertekan sepanjang hari ini. Di tengah ketidakpastian global dan tekanan ekonomi domestik, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS.[]
Sumber: BloombergTechnoz.com










