KabarAktual.id – Pengamat politik dan kebijakan publik Aceh, Dr Usman Lamreung, menilai Teuku Riefky Harsya memiliki peran strategis dalam menjaga soliditas Partai Demokrat Aceh menjelang pelaksanaan Musda partai itu. Penilaian itu disampaikan di tengah rumor masukannya calon dari luar partai.
Menurut Usman, perhatian kader saat ini tidak hanya tertuju pada kontestasi perebutan kursi ketua DPD, tetapi juga pada sosok-sosok yang dinilai mampu menjaga keutuhan organisasi dan memastikan proses demokrasi internal berjalan sehat. “Teuku Riefky Harsya sebagai salah satu tokoh utama Demokrat Aceh sekaligus petinggi DPP Partai Demokrat memiliki posisi penting untuk menjaga persatuan dan soliditas kader,” kata Usman dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan, pengalaman panjang Teuku Riefky di tingkat nasional serta pemahamannya terhadap dinamika politik menjadi modal penting untuk berperan sebagai figur pemersatu. Peran tersebut dinilai diperlukan agar berbagai kepentingan yang muncul menjelang Musda dapat dikelola dengan baik.
Usman mengatakan, kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memenangkan sebuah kontestasi politik, tetapi juga dari kapasitas menjaga organisasi tetap utuh setelah proses pemilihan selesai. “Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memastikan proses politik internal tidak meninggalkan luka dan perpecahan di kalangan kader,” ujarnya.
Selain itu, akademisi ini menilai kedekatan historis Teuku Riefky dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya di Partai Demokrat. Namun, menurutnya, tantangan yang dihadapi partai ke depan tidak cukup hanya mengandalkan faktor historis tersebut.
Ia menekankan pentingnya membangun regenerasi kepemimpinan dan menyiapkan kader-kader Demokrat Aceh yang memiliki kapasitas, integritas, serta kesiapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai. Dalam situasi menjelang Musda, Usman juga menilai sikap netral dari tokoh-tokoh senior partai menjadi langkah strategis untuk menjaga iklim kompetisi yang sehat.
Dia menambahkan, netralitas bukan berarti tidak memiliki sikap, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses organisasi berjalan secara adil, demokratis, dan bermartabat. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), lanjutnya, tentu berharap Demokrat Aceh mampu menjadi salah satu kekuatan partai yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Karena itu, hubungan historis yang telah terbangun antara Partai Demokrat dan kader-kader Aceh perlu terus dirawat melalui penguatan organisasi dan kaderisasi. Ia menilai Musda Demokrat Aceh seharusnya tidak hanya menjadi agenda pemilihan ketua baru, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta penegasan arah perjuangan partai di Aceh. “Siapa pun yang terpilih nantinya harus menjadi pemimpin bagi seluruh kader, bukan hanya kelompok yang mendukungnya dalam proses pemilihan,” katanya.
Usman berharap Teuku Riefky Harsya dapat mengambil peran sebagai figur pemersatu yang mampu menjaga dinamika Musda tetap berada dalam koridor demokrasi dan kepentingan jangka panjang Partai Demokrat. “Demokrat Aceh membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, komunikasi yang terbuka, dan proses organisasi yang sehat agar Musda menghasilkan organisasi yang semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik ke depan,” ujarnya.[]












