Edaran Anti Korupsi Jelang Meugang dari Disdik Aceh; Serius atau Sekadar Lip Service?

Ramadhan Al Faruq

Kami mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Aceh yang kembali menegaskan komitmen anti korupsi melalui surat edaran menjelang Meugang dan Hari Raya Idul Adha. Penegasan agar seluruh pihak “tidak meminta dan tidak memberi” merupakan sikap penting yang menunjukkan keseriusan dalam menjaga integritas birokrasi pendidikan di Aceh.

Di tengah budaya saling memberi yang sering muncul menjelang hari besar keagamaan, pengingat semacam ini sangat relevan agar tidak terjadi praktik gratifikasi, titipan kepentingan, maupun penyalahgunaan jabatan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Komitmen menuju Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tentu tidak cukup hanya dengan slogan dan imbauan administratif. Komitmen tersebut harus dibarengi dengan keberanian untuk bertindak tegas apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran integritas di lingkungan pendidikan Aceh, baik berupa gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, maupun praktik korupsi lainnya.

Baca juga: Proyek Komputer Rp14 Miliar Disdik Aceh Diduga Dikapling, Vendor Bergantian Kuasai Wilayah

Kami berharap Murthalamuddin beserta seluruh jajaran tidak ragu melakukan evaluasi, pemeriksaan, dan penindakan terhadap oknum-oknum yang mencoreng semangat reformasi birokrasi di dunia pendidikan. Ketegasan terhadap pelanggaran merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa budaya bersih benar-benar tumbuh dan dirasakan masyarakat. Bukan hanya lip service!

Dunia pendidikan seharusnya menjadi contoh moral dan integritas bagi generasi muda. Karena itu, membangun birokrasi pendidikan yang bersih bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga soal membangun masa depan Aceh yang lebih jujur, profesional, dan bermartabat.

Kami percaya, apabila komitmen anti korupsi terus dijaga secara konsisten dan dibarengi penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu, maka kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan akan semakin kuat. Aceh membutuhkan birokrasi yang bersih dan berintegritas agar dapat melahirkan generasi yang lebih baik di masa depan.

Ttd.
Ramadhan Al Faruq
(Ortu/Wali Siswa di Banda Aceh)