News  

Syech Muharram Minta Hari Buku Nasional Jadi Momentum Dongkrak Literasi

Bupati Aceh Besar Muharram Idris memimpin Upacara Hari Buku Nasional di Halaman Kantor Bupati, Kota Jantho, Senin 18 Mei 2026 (foto: Ist)

KabarAktual.id – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Buku Nasional sebagai batu loncatan meningkatkan gairah membaca dan memperkuat literasi di daerah itu.

“Peringatan Hari Buku Nasional harus menjadi momentum penting untuk memantapkan peran buku dalam upaya peningkatan literasi di Aceh Besar,” ujar bupati yang biasa dipanggil Syech Muharram itu saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Buku Nasional di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (18/05/2026).

Sebagai informasi, Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei merujuk pada sejarah berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 1980. Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pendidikan kala itu, Malik Fadjar, sebagai respons atas keprihatinan terhadap rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

Baca juga: Peringatan Hari Guru, Buat Apa?

Dalam amanatnya, Syech Muharram memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang menunjukkan tren positif literasi di tingkat nasional. Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di Indonesia dilaporkan terus mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 72,44.

“Hal ini menunjukkan bahwa secara kuantitas, durasi, dan frekuensi masyarakat dalam mengakses bacaan terus meningkat, seiring dengan berkembangnya platform digital,” jelasnya.

Meski angka kegemaran membaca grafiknya terus naik, Muharram mengingatkan bahwa tantangan dalam penguatan budaya literasi di tengah masyarakat masih besar dan memerlukan perhatian serius.
Pemerintah daerah terus mengupayakan langkah strategis melalui berbagai program penunjang.

Baca juga: Wacana Pemekaran Aceh Rayeuk; Ambisi Politik Hangat-hangat Tahi Ayam

Di akhir sambutannya, bupati menekankan bahwa kunci keberhasilan membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan berada pada sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan aktivis literasi, kata dia, menjadi kunci utama.

Selain itu, menurut bupati, diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan minat baca. “Tidak hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membuka pintu menuju kemajuan dan daya saing global yang lebih baik,” pungkasnya.[ADV]