KabarAktual.id — Banda Aceh dan Aceh Besar masih mengalami krisis material batu bata. Akibatnya, harga bahan bangunan ini melonjak tajam, hampir mencapai 45 persen dibanding hari biasa.
Pantauan KabarAktual.id, Senin (18/5/2026), harga batu bata di Banda Aceh kini mencapai Rp1.150 per biji. Sementara untuk wilayah luar daerah, terutama kawasan Barat Selatan Aceh, harga jual jauh lebih tinggi akibat biaya distribusi dan tingginya permintaan pasar. Sebelumnya, harga hanya berkisar Rp600 hingga Rp750 per butir.
Sekretaris Asosiasi Galian C Aceh Besar, Muhammad Chaizir, mengatakan harga batu bata di daerah seperti Singkil bahkan bisa mencapai Rp5.000 per biji. “Kalau ke Singkil bisa mencapai Rp5.000 per biji karena biaya angkut dan stok yang terbatas,” kata Chaizir kepada KabarAktual.id.
Baca juga: Batu Bata Langka di Banda Aceh, Harga Tembus Rp850 per Biji
Ia menjelaskan, lonjakan harga dipicu meningkatnya kebutuhan material untuk berbagai proyek pembangunan yang sedang berjalan di Aceh maupun di luar daerah.
Menurutnya, permintaan terbesar saat ini datang dari pembangunan gedung Koperasi Merah Putih, proyek Sekolah Rakyat, serta sejumlah proyek strategis dan nasional lainnya. “Kebutuhan batu bata meningkat drastis. Banyak produksi langsung didrop ke daerah-daerah untuk memenuhi proyek pembangunan,” ujarnya.
Chaizir menyebut kondisi tersebut menyebabkan stok batu bata di Banda Aceh dan Aceh Besar semakin langka. Bahkan, banyak konsumen kini membeli langsung ke sentra produksi karena sulit mendapatkan pasokan di pasar material. “Batu bata sekarang sudah dibeli langsung dari dapur produksi, bahkan sebelum dikeluarkan dari tungku pembakaran,” katanya.
Baca juga: Kisruh Galian C di Aceh Besar Bersumber dari Pj Bupati Muhammad Iswanto
Selain tingginya permintaan, keterbatasan kapasitas produksi juga ikut memengaruhi pasokan. Proses produksi batu bata yang masih bergantung pada cuaca dan pembakaran tradisional membuat produsen kesulitan mengejar lonjakan kebutuhan pasar dalam waktu singkat.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap biaya pembangunan rumah maupun proyek konstruksi skala kecil di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejumlah warga mengaku mulai menunda pembangunan akibat harga material yang terus naik.
Pelaku usaha material memperkirakan harga batu bata masih berpotensi meningkat apabila permintaan proyek pemerintah dan swasta terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan.[]












