News  

Sekjen PP IPNU: Isu Makar Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada Provokasi

KabarAktual.id — Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Agus Tanjung, menilai maraknya narasi ajakan makar dan chaos di ruang publik sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan keutuhan bangsa.

Pernyataan ini muncul di tengah menguatnya perdebatan publik terkait kritik terhadap pemerintah. Sejumlah kalangan, termasuk peneliti politik Saiful Mujani, sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintahan dan pentingnya menjaga kualitas demokrasi. Sementara itu, Islah Bahrawi menyorot isu teror terhadap aktivis.

Logo Korpri

Islah bahkan dengan tegas mengatakan aksi teror baru bisa dihentikan setelah Prabowo diturunkan. Berbagai kritik kalangan civil society itu mengundang reaksi dari kelompok lainnya.

Agus dari kalangan generasi muda NU menegaskan, ajakan makar tidak dapat disamakan dengan kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi. “Ini bukan lagi soal kritik. Ajakan makar adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi dan upaya merusak tatanan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap gerakan seperti itu,” kata Agus.

Ia menekankan, Indonesia telah menyediakan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara sah. Karena itu, setiap upaya delegitimasi pemerintahan melalui cara-cara inkonstitusional dinilai berbahaya.

Menurut Agus, narasi yang mendorong chaos, menyebarkan ketakutan, dan memprovokasi masyarakat merupakan agenda destruktif yang harus ditolak bersama.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh propaganda politik yang menyesatkan. IPNU, kata dia, akan berada di garda depan dalam melawan disinformasi dan menjaga stabilitas nasional.

Di sisi lain, Agus menyinggung kondisi global yang tengah diliputi tekanan akibat konflik geopolitik, krisis energi, serta gangguan rantai pasok. Situasi tersebut, menurutnya, turut berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia.

Meski demikian, ia menilai pemerintah mampu menjaga stabilitas nasional melalui sejumlah kebijakan, termasuk upaya menahan gejolak harga energi dan kebutuhan pokok di tengah tekanan global. “Dalam situasi dunia yang tidak menentu, negara tetap hadir melindungi rakyat. Karena itu, upaya menggiring opini ke arah ketidakstabilan sangat tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak provokasi, memperkuat persatuan, serta menjaga ruang publik dari narasi kebencian dan disinformasi. “Indonesia tidak boleh mundur karena ambisi segelintir pihak. Kita harus menjaga konstitusi, persatuan, dan masa depan bangsa,” kata Agus.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *