Jutaan Warga AS Gelar Aksi “No Kings”, Tolak Kepemimpinan Otoriter Trump

KabarAktual.id — Jutaan warga Amerika Serikat turun ke jalan dalam aksi demonstrasi serentak di berbagai wilayah untuk menentang Presiden Donald Trump. Aksi yang berlangsung pada Sabtu (29/3/2026) waktu setempat itu dipicu oleh penolakan terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dinilai otoriter, kebijakan imigrasi yang ketat, serta eskalasi konflik dengan Iran.

Dilansir AFP, penyelenggara menyebutkan sekitar 8 juta orang berpartisipasi dalam lebih dari 3.300 aksi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, mulai dari kota besar hingga daerah kecil. Aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan akar rumput bertajuk “No Kings”, yang menjadi salah satu saluran oposisi paling vokal terhadap Trump sejak ia memulai masa jabatan keduanya pada Januari 2025. Ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun gerakan tersebut menggelar mobilisasi besar-besaran.

Logo Korpri

Di New York City, puluhan ribu demonstran memadati jalanan. Aktor peraih Oscar Robert De Niro turut hadir dalam aksi tersebut. Ia dikenal sebagai salah satu kritikus keras Trump dan kerap menyebut kepemimpinannya sebagai ancaman bagi kebebasan dan keamanan.

Gelombang protes juga terjadi di berbagai kota lain, dari Atlanta hingga San Diego. Para demonstran menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi dan konstitusi negara. “Kami di sini karena merasa Konstitusi terancam. Keadaan tidak normal,” kata seorang veteran militer, Marc McCaughey, kepada AFP di Atlanta.

Di West Bloomfield, Michigan, aksi tetap berlangsung meski suhu di bawah titik beku. Sementara di ibu kota Washington, D.C., ribuan orang berkumpul di kawasan National Mall sambil membawa spanduk bertuliskan “Trump Harus Mundur Sekarang!” dan “Lawan Fasisme”.

Seorang pensiunan, Robert Pavosevich (67), mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Trump. “Dia terus berbohong dan tidak ada yang menghentikannya. Ini situasi yang mengerikan,” ujarnya.

Aksi serupa juga meluas ke luar negeri. Demonstrasi anti-Trump dilaporkan terjadi di sejumlah kota Eropa seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma, dengan partisipasi mencapai puluhan ribu orang.

Gerakan “No Kings” pertama kali digelar pada Juni tahun lalu, bertepatan dengan ulang tahun ke-79 Trump dan parade militer di Washington. Saat itu, jutaan warga turun ke jalan. Aksi kedua pada Oktober 2025 disebut menarik sekitar 7 juta peserta.

Penyelenggara menyebut aksi terbaru ini menunjukkan peningkatan partisipasi, dengan tambahan sekitar satu juta demonstran dan ratusan titik aksi baru di seluruh wilayah Amerika Serikat.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *