China dan Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Segera Hentikan Operasi Militer

Pemandangan kota Tehran setelah digempur Israel dan Amerika Serikat (foto: Anadolu)

KabarAktual.id — Pemerintah China menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Beijing menegaskan kedaulatan dan integritas wilayah Iran harus dihormati.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China melalui akun resmi pemerintah di platform X, Sabtu (28/2/2026). “China sangat prihatin atas serangan militer terhadap Iran yang dilancarkan oleh AS dan Israel. Kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah Iran harus dihormati,” demikian pernyataan tersebut.

Logo Korpri

China juga menyerukan penghentian segera aksi militer serta meminta semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah. “China menyerukan penghentian segera aksi militer, tidak ada lagi peningkatan ketegangan, dimulainya kembali dialog dan negosiasi, serta upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah,” lanjut pernyataan itu.

Rusia jugq turut mengecam keras operasi militer AS dan Israel. Utusan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi tanpa provokasi terhadap negara berdaulat.

Dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB, Nebenzia menilai langkah Washington dan Israel Barat melanggar Piagam PBB dan prinsip dasar hukum internasional. Pernyataan itu dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (1/3/2026). “Tindakan Washington dan Yerusalem Barat tidak lain adalah agresi bersenjata tanpa provokasi terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan independen,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasi militer tersebut mencampuri urusan dalam negeri Iran dan memicu peningkatan tajam situasi keamanan di kawasan. “Langkah AS dan Israel yang tidak bertanggung jawab dan gegabah telah menyebabkan peningkatan tajam situasi di seluruh wilayah. Selain itu, operasi militer ini merupakan pengkhianatan terhadap diplomasi,” katanya.

Sesi darurat Dewan Keamanan PBB itu digelar atas permintaan misi tetap Prancis, Bahrain, China, Rusia, dan Kolombia.[]

Logo Korpri Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *