KabarAktual.id – Nama ekonom senior Muhamad Chatib Basri mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Dia diisukan bakal menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Spekulasi tersebut menguat seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026).
Di platform Threads, berbagai unggahan yang membahas kemungkinan pergantian Menteri Keuangan ramai mendapat perhatian warganet.
Beberapa unggahan bahkan secara terbuka mempertanyakan kebenaran kabar tersebut dan membandingkan kapasitas Chatib Basri dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Namun, isu pergantian Menteri Keuangan itu langsung dibantah oleh Purbaya.
Saat dikonfirmasi wartawan, Purbaya menegaskan bahwa kabar dirinya akan dicopot dari jabatan Menteri Keuangan tidak benar. “Enggak benar lah,” kata Purbaya, Kamis (4/6/2026).
Baca juga: Purbaya Gantikan Sri Mulyani, Prabowo Lantik 4 Manteri 1 Wamen
Penegasan serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Kata dia, belum ada rencana melakukan pergantian Menteri Keuangan. “Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau juga. Tidak ada. Tidak ada rencana pergantian,” ujar Prasetyo.
Siapa Chatib Basri?
Meski isu pergantian Menteri Keuangan telah dibantah pemerintah, nama Chatib Basri tetap menjadi perhatian publik karena rekam jejaknya yang panjang di bidang ekonomi dan pemerintahan.
Chatib Basri lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1992, kemudian meraih gelar Master of Economic Development pada 1996 dan Doctor of Philosophy (Ph.D) bidang ekonomi dari The Australian National University pada 2001.
Dalam karier profesionalnya, Chatib pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk sejak 2020. Ia juga mendirikan firma konsultan riset ekonomi CReco Research serta menjadi dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Di tingkat internasional, Chatib terlibat dalam sejumlah lembaga strategis, termasuk Dewan Penasihat Bank Dunia untuk isu gender dan pembangunan, Kelompok Pakar Tingkat Tinggi Independen mengenai pembiayaan iklim untuk COP27 dan COP28, serta Dewan Penasihat Pusat Analisis Makroekonomi Terapan The Australian National University.
Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai anggota Tim Penasihat Tim Nasional Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia pada 2005-2012. Ia kemudian menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan untuk urusan G20, hingga Sherpa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam KTT G20 tahun 2008.
Chatib juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012-2013, dan Menteri Keuangan pada periode 2013-2014.Pada 2024, Presiden Prabowo Subianto kembali mempercayainya dengan menunjuk Chatib Basri sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Meski namanya Chatib dikaitkan dengan posisi Menteri Keuangan, hingga saat ini pemerintah menegaskan tidak ada agenda pergantian jabatan tersebut. Isu yang beredar di media sosial pun belum memiliki dasar resmi dari Istana maupun pemerintah.[]












