News  

Batal Jadi Ibukota RI, Pembangunan IKN Tetap Lanjut

KabarAktual.id — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan pembangunan IKN tetap berlangsung dan tidak terpengaruh oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara hingga adanya penetapan resmi pemindahan ibu kota melalui Keputusan Presiden.

Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, mengatakan proses pembangunan saat ini terus berjalan melalui tiga sumber pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta. Semua skema pendanaan, kata dia, bergulir saat ini.

Menurut dia, proses pembangunan terus bergerak dan tidak ada kata berhenti, stagnan, atau mangkrak. “Diksi-diksi seperti itu perlu diluruskan,” kata Troy dalam Dialog Media Strategis dan Pengukuhan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur periode 2025-2029 di Balikpapan, Minggu (31/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya berbagai spekulasi pascaputusan MK terkait pengujian Undang-Undang IKN dan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Putusan tersebut, kata dia, tidak membatalkan status IKN sebagai calon ibu kota negara, melainkan menegaskan bahwa perpindahan ibu kota secara resmi baru berlaku setelah diterbitkannya Keputusan Presiden.

Ia menegaskan, pembangunan IKN tetap menjadi agenda strategis nasional yang dijalankan sesuai tahapan yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak hanya difokuskan sebagai pusat pemerintahan, pengembangan Nusantara disebutnya juga dirancang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep Superhub Ekonomi Nusantara.

Konsep tersebut, kata dia, bertujuan menghubungkan berbagai klaster strategis untuk menciptakan pusat ekonomi yang inovatif dan terintegrasi dengan wilayah sekitar di Kalimantan Timur. “Tujuan Ibu Kota Nusantara adalah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang mampu mendorong perkembangan kawasan sekitarnya,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan tidak hanya berlangsung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), tetapi juga mencakup sembilan wilayah perencanaan. Kawasan tersebut meliputi pusat pemerintahan, pusat bisnis dan kesehatan, energi baru terbarukan, kawasan hiburan, pusat pendidikan, riset dan inovasi, hingga industri pangan.

Pengembangan itu juga dirancang terhubung dengan sejumlah daerah penyangga seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan wilayah lain di Kalimantan Timur.

Troy mengungkapkan sejumlah proyek yang telah berjalan di Nusantara, antara lain pembangunan akses jalan, fasilitas kesehatan, kawasan perbankan, institusi pendidikan, tempat ibadah, hingga penataan kawasan Sepaku.

Selain pembangunan fisik, OIKN juga terus memperkuat aspek sosial dan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, serta penyediaan berbagai layanan pendukung lainnya.

Dalam kesempatan itu, Troy juga mengajak media massa untuk menyampaikan informasi pembangunan IKN secara utuh dan berdasarkan fakta agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. “Fakta hari ini adalah IKN terus berproses dan terus dibangun,” katanya.[]

bank aceh