Tidak Mau Dicap Sombong, Prabowo Persilakan Semua Pihak Bantu Korban Banjir Sumatera

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat kabinet di Aceh Tamiang (foto: tangkapan layar)

KabarAktual.id — Presiden RI Prabowo Subianto mengubah sikapnya terkait bantuan asing. Dalam rapat terbatas di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026), ia membuka pintu bagi bantuan pihak luar dan diaspora untuk korban banjir dan longsor di Sumatera.

Prabowo mengatakan pemerintah selalu menerima niat baik dari pihak manapun, selama bantuan tersebut jelas mekanismenya. “Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas ya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, (bencana) ini masalah kemanusiaan. Karena itu tidak logis ketika ada bantuan kemanusiaan ditolak. “Bodoh sekali kalau kita tolak. Tapi, masalahnya adalah … sebagai pemerintah … kita tidak mau mengatakan kita tidak mampu,” ucapnya di hadapan sejumlah menteri, para gubernur, dan bupati/wali kota.

Baca juga: VIDEO: Prabowo Tolak Bantuan Asing Tangani Bencana Aceh dan Sumatera

Pernyataan itu ia sampaikan setelah mendapat laporan dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait potensi bantuan untuk para korban. Sikap ini berbeda dengan pernyataan Prabowo beberapa pekan lalu ketika ia menolak tawaran bantuan asing untuk korban banjir serupa.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada 15 Desember 2025, Prabowo mengatakan telah menerima panggilan dari sejumlah kepala negara sahabat yang menawarkan bantuan. Namun, ia menegaskan Indonesia mampu menangani bencana sendiri.

Di dalam rapat itu, Prabowo menyatakan mengaku ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Dia mengatakan telah menolaknya. “Terima kasih atas perhatian Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” kata Prabowo.

Dalam pernyataan terbaru, Prabowo juga malah mempersilakan semua pihak yang ingin mengirim bantuan untuk korban banjir, termasuk para diaspora Indonesia di luar negeri. Bantuan, menurutnya, harus disampaikan melalui jalur resmi dengan surat pemberitahuan agar nanti difasilitasi dan disalurkan oleh pemerintah pusat sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut presiden, ia telah menerima laporan bahwa ada pihak yang akan memberi bantuan. Dia mengatakan tidak keberatan dan mempersilahkan. “Silakan, monggo. Bikin surat … Saya ingin menyumbang ini … Nanti kita laporkan ke pemerintah pusat, nanti kita yang akan salurkan,” ujar Prabowo.

Dia memberi contoh, kalau memang umpamanya ada diaspora Aceh merasa terpanggil membantu di Aceh, ia mempersilakan. “Jadi tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silakan, monggo,” tegasnya.

Meski membuka diri terhadap bantuan luar negeri, Prabowo mengingatkan bahwa mekanisme penyaluran harus transparan dan dilandasi keikhlasan. Ia mengutip pengalaman masa lalu ketika bantuan yang datang terkadang diikuti permintaan imbalan.

Pramono mengulangi bahwa dia tidak menolak bantuan. “Hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas, ya kan? Dan harus ikhlas. Karena kita mengalami, pernah dibantu-bantu ujungnya ada juga yang menagih,” imbuhnya.[]

Logo Korpri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *