Paris Dikenal Bebas Gay, Kunjungan Prabowo Berulang Jadi Sorotan

KabarAktual.id – Presiden Prabowo Subianto tercatat telah tiga kali mengunjungi Perancis sepanjang tahun 2026. Intensitas kunjungan tersebut menjadi sorotan publik dan memunculkan berbagai tanggapan di media sosial.

Belum lama ini, tokoh reformasi Amien Rais terang-terangan menyebut ada sesuatu yang janggal dalam hubungan Prabowo dengan Seskab Teddy yang merayakan ulang tahun di Paris. Seakan mengabaikan kritik masyarakat, Prabowo mengulang lagi kunjungan ke Paris sebulan kemudian.

Sebagian warganet mempertanyakan alasan Perancis menjadi salah satu negara yang cukup sering dikunjungi Presiden dalam agenda luar negeri tahun ini. Di media sosial, muncul beragam komentar dan persepsi publik terkait kunjungan tersebut.

Sebuah akun TikTok mempertanyakan urgensi kunjungan yang menghabiskan anggaran negara ratusan juta bahkan miliaran itu. Lebih-lebih lantaran negara yang dijadikan mitra dikenal sebagai pusat gay. “Di sana ada satu klub khusus gay,” ucap pemilik akun TikTok @sanakbro.

Baca juga: Video Amien Rais Sebut Teddy Gay Hilang dari YouTube

Berdasarkan catatan agenda resmi pemerintah, kunjungan pertama Prabowo ke Perancis berlangsung pada 23 Januari 2026. Kunjungan kedua dilakukan pada 14 April 2026, dan terbaru pada 27 Mei 2026.

Agenda Diplomasi Bilateral

Pada kunjungan perdana tahun ini, Prabowo tiba di Paris pada Jumat (23/1/2026) setelah menyelesaikan agenda kerja di Davos, Swiss.

Dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari agenda diplomasi bilateral untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Perancis.

Saat itu, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam jamuan santap malam pribadi di Istana Élysée.

Baca juga: Tarif Kamar Hotel Tempat Mayor Teddy Ultah di Paris Capai Rp 216 Juta

Pemerintah menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis. “Kunjungan ke Paris ini menegaskan komitmen kuat Pemerintahan Presiden Prabowo untuk terus mengedepankan diplomasi aktif, membangun kepercayaan global, serta memperluas kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara sahabat di Eropa,” demikian keterangan Sekretariat Presiden.

Pertemuan Empat Mata dengan Macron

Kunjungan kedua dilakukan pada April 2026 setelah Prabowo menyelesaikan lawatan ke Rusia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo langsung bertolak menuju Paris usai melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa. “Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Perancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).

Pada kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée.

Menurut Teddy, pertemuan itu membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara serta posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas global dan mendorong perdamaian dunia.

Penuhi Undangan Macron

Sementara itu, kunjungan terbaru Prabowo ke Perancis pada Mei 2026 disebut sebagai pemenuhan undangan Presiden Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan, agenda kunjungan tersebut awalnya direncanakan berlangsung pada April 2026. Namun, jadwal kedua kepala negara saat itu tidak memungkinkan untuk direalisasikan. “Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” ujar Sugiono dalam pernyataan video yang diterima media, Rabu (27/5/2026).

Menurut Sugiono, undangan kembali disampaikan Macron saat Prabowo berkunjung ke Paris dalam agenda sebelumnya. “Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan, sebagai kunjungan balasan Presiden Macron ke Indonesia,” kata Sugiono.[]

bank aceh