KabarAktual.id — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan daya tariknya di tingkat internasional. Pada prosesi Wisuda ke-169 periode Februari–April 2026, kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh itu resmi meluluskan lima mahasiswa asal Thailand dari Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, Kamis (21/5/2026).
Kelima lulusan tersebut yakni Adli Waeda-oh, Nassarin Chopngam, Areenee Waedo, Maseetoh Heng, dan Rusnee Cheyi. Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter di USK dan kini resmi menyandang gelar dokter.
Kehadiran mahasiswa asing hingga berhasil lulus sebagai dokter dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kualitas pendidikan kedokteran USK mulai mendapat pengakuan lintas negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Rektor Mirza Tabrani menyebut keberhasilan mahasiswa internasional tersebut bukan sekadar capaian akademik biasa, melainkan bentuk kepercayaan dunia terhadap mutu pendidikan di USK. “Kehadiran lulusan ini menegaskan bahwa USK telah berkembang menjadi kampus yang memiliki daya saing global. Kami berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater dan Aceh yang telah menjadi rumah kedua selama menempuh pendidikan,” ujar Mirza dalam sambutannya.
Pada wisuda hari kedua itu, sebanyak 794 mahasiswa diwisuda dari total 1.322 lulusan periode ini. Dari jumlah tersebut, 397 orang berhasil meraih predikat cumlaude.
Dalam pidatonya, Rektor juga mengingatkan para lulusan bahwa mereka akan menghadapi situasi global yang penuh tantangan, mulai dari ketidakstabilan ekonomi hingga meningkatnya biaya hidup.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya melahirkan lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki empati sosial dan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ia turut mendorong para lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi penggerak ekonomi kreatif.
Dengan tambahan lulusan periode ini, jumlah alumni USK kini telah mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah dan negara.
Menutup sambutannya, Mirza mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka hingga tuntas.
“Semua pengorbanan ayah dan ibu tidak akan pernah mampu kita balas. Jadikan ilmu yang diperoleh untuk membanggakan mereka,” pungkasnya.[]












